LUWU UTARA, SULSEL – (SIN) – Pasca beredarnya pemberitaan di media www.indeksmedia.id pada Senin (9/10/23) terkait ketegasan Kasat Reskrim Polres Luwu Utara bahwa akan dilakukan penertiban Pengetap (Pelangsir) BBM Solar pada semua SPBU di Kabupaten Luwu Utara pada keesokan harinya namun fakta di lapangan hingga kini Aktivitas Pengetap masih belum reda alias masih ramai.
Hari ini, Sabtu (14/10/23) dapat dibuktikan terlihat aktivitas pengisian Jerigen malah makin marak seperti di SPBU Nomor 7492903 di Desa Baloli Kecamatan Baebunta Kabupaten Luwu Utara, Sulsel terpantau makin marak.
Sangat jelas bukti rekaman video dari salah satu sopir yang antri diam-diam merekam aktivitas pengisian Jerigen berukuran 35 liter terlihat bebas mengisi pada semua pompa yang diduga berisi Solar.
Dalam video si perekam juga mengeluhkan mobilnya tak dilayani pengisian solar karena banyaknya antrian Solar pengisian Jerigen memaksa sopir harus memutar haluan untuk masuk jalur antrian mobil Solar. Perekam dalam narasinya juga menyebutkan bahwa pegawai di SPBU enggan melayani pengisian mobil dengan alasan pompa tersebut khusus melayani pengisian tangki kiri namun dikatakannya malah lebih banyak melayani pengisian Jerigen.

Menanggapi Fenomena tersebut,
Kepala Satuan Reserse dan Kriminal (Kasat Reskrim) Polres Luwu Utara AKP Joddi Titalepta saat dikonfirmasi awak media VIA WhatsApp Sabtu (14/1023) berdalih kalau pengisian Jerigen tersebut telah memiliki ijin.
“Di tanya aja bos, ada rekomendasix dr dinas atau tdk, daripada kita terlalu banyak prasangka krn setau sy tdk ada pengisian jerigen kecuali yg punya rekomendasi” ungkap Joddi.
Sebelumnya janji Kasat Reskrim akan menertibkan serta menutup SPBU yang diketahui melayani pengisian Jerigen khusus Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Solar saat ini marak sebenarnya sudah sangat meresahkan masyarakat Luwu Utara dan sudah lama dinantikan namun hingga detik ini belum ada tindakan serius karena para pelangsir Solar disejumlah SPBU di Luwu Utara nampak masih ramai bahkan sudah dilakukan secara terang-terangan.
Di SPBU Baloli contohnya bahkan terpampang jelas sebuah banner peringatan
“SPBU INI TIDAK MELAYANI TANGKI RAKITAN MODIFIKASI DAN JERIGEN DI ATAS KENDARAAN” namun bebas diisi Kalau jerigen diletakkan dekat pompa.
Sementara Kasat Reskrim dalam kutipan pada pemberitaan sebelumnya menyatakan bahwa ini
“Atas perintah Kapolres Luwu Utara, apabila masih ada pengelola SPBU yang main-main agar ditindak tegas. Termasuk pelansir solar,” tegas joddi, Senin (9/10/23)
Selain pengisian Jerigen, Kasat Reskrim juga menyatakan pelangsir Solar yang mengunakan kendaraan roda empat tidak diketahuinya.
Disinggung maraknya aktivitas pelangsir Solar Bersubsidi di SPBU Baliase Masamba, Kasat Reskrim menegaskan akan menindak dan segera mengirim anggotanya untuk mengecek kebenarannya.
” Kalau hari-hari itu terus mau diurusi wah … setengah mati juga saya itu pak, sebentar saya suruh anggota cek ke sana” ungkap Joddi Sabtu (14/10/23).
Sementara pada pemberitaan sebelumnya Kapolres Luwu Utara lewat Kasat Reskrim dengan tegas menyatakan “Besok semua pengelolah SPBU akan kita panggil ke polres, kita beri penegasan ke pemilik SPBU agar tidak melayani jerigen,” ucap AKP Joddi.
Kasat Reskrim juga tidak segan-segan akan menutup SPBU yang terbukti melayani pelansir Solar.
“Kalau masih ada SPBU yang melayani pelansir solar dan itu terbukti, akan saya tutup SPBUnya,” tegas AKP Joddi.
Bukan tanpa alasan para pengetap Solar Bersubsidi di Kabupaten Luwu Utara saat ini sudah sangat meresahkan masyarakat karena mereka terlihat tidak sungkan-sungkan mengisi jerigen berukuran besar di SPBU walau antrian panjang kendaraan roda empat yang lagi menunggu giliran pengisian. Hal ini ditengarai akibat longgarnya pengawasan aparat setempat.
Selain itu aktivitas pengetap di Kabupaten Luwu Utara sudah sangat meresahkan masyarakat karena para Pengetap BBM Solar sudah membuat macet jalanan disebabkan kendaraan mereka antri hingga ratusan meter panjangnya. Para Pengetap Solar Bersubsidi ini tak pernah sepi serta kejadian serupa terus berulang setiap ada Solar yang datang. Suasana ini dikhawatirkan masyarakat setempat hingga adanya dugaan mafia penimbunan BBM khususnya Solar yang jelas berdampak kepada aktivitas masyarakat.
Menggapai ketegasan Kasat Reskrim, masyarakat berharap jangan hanya pengisian Jerigen yang ditindak tapi malah membiarkan Pelangsir yang menggunakan kendaraan dengan Tangki yang sudah dimodifikasi. Seperti yang selama ini terpantau disejumlah SPBU di Luwu Utara Khususnya di SPBU Baliase di Masamba yang secara terang-terangan mendominasi antrian dan pengisian dilakukan secara berulang-ulang. Selain pembiaran Ini juga karena adanya dugaan Operator di SPBU ada kerja sama dengan para Pelangsir tersebut.
Kepada Aparat terkait, masyarakat berharap keseriusan mengawasi penyaluran BBM Solar Bersubsidi karena aktivitas para pengetap tak pernah merasa kapok.
Terkait hal ini beragam tanggapan masyarakat mewarnai rencana penertiban aktivitas pengetap Solar oleh Jajaran Polres Luwu Utara.
“Karena yang saya lihat semua SPBU di Masamba didominasi oleh para pelangsir solar dan itu dilakukan secara terang-terangan” ucap Rinto, Warga Bone-Bone.
“Amin mudah-mudahan terlaksana betul ini” kata Mas Kholik warga setempat.
“Seharusnya pelangsir yang harus ditindak bukan hanya pengelola SPBU” pungkas Mas Kholil. (Mulyadi)





