Karawang – (SIN) – Desa Pancakarya menggelar kegiatan Hajat Bumi yang merupakan cikal bakal budaya gotong royong di tengah masyarakat pedesaan, yang digelar di Desa Pancakarya Kab Karawang Sabtu (13/01/2024).
Hajat Bumi juga sebagai pesta rakyat, sebagai ungkapan rasa syukur dan saling berbagi, bergotong royong, dengan menggelar berbagai hiburan. Sehingga seluruh warga baik yang dekat maupun yang jauh ikut berbaur di acara tradisi tahunan itu.
H.Asep Suginato,Sh selaku kepala desa pancakarya mengatakan pihak desa selalu mengayomi apa yang diinginkan warganya, termasuk syukuran Hajat Bumi.”
“warga Desa Pancakarya sangat antusias ikut serta meramaikan hajat bumi ini. Dalam bentuk rasa syukur. yang dibentuk berbagai acara hiburan rakyat dengan menampilkan seni seni budaya sunda.
“Saya tentunya senang melihat masyarakat yang hidupnya bertani, dan mereka ikut berbaur dengan warga lainnya dan mengucapkan syukur,” ucapnya
Acara hajat bumi dimulai dengan arak-arakan membawakan hasil bumi seperti sayuran, palawija, kelapa dan tumpeng diiringi kesenian tradisional khas Sunda,
Setelah sampai di lokasi hajat bumi, hasil bumi tersebut dibagikan ke warga, bahkan sebagian warga pun berebutan untuk mendapatkannya sebagai berkah.
Hal yang sama dikatakan kg.Darman,selaku warga setempat Menurutnya, hajat bumi ini adalah bagian budaya leluhur yang sekarang digelar oleh warga Pancakarya
Lanjut Darman,warga sangat mendukung kegiatan tersebut, apalagi kegiatan ini memperlihatkan tidak adanya batasan antara kalangan masyarakat. Mereka saling berinteraksi, sehingga terjalin kekompakan, persaudaraan, persatuan dan kesatuan.
“Saya bangga, ternyata momen ini menumbuhkan rasa saling menghargai dan saling menghormati. Semoga dengan adanya acara hajat bumi ini kebersamaan dan gotong royong bisa tumbuh dan berkembang khususnya di Desa Pancakarya,” ujarnya.
Sesepuh warga desa pancakarya Abah Didi. mengatakan, tradisi Sunda Hajat Bumi juga disebut dengan tradisi Ngaruwat Bumi yang memiliki arti merawat bumi.
“Ngaruwat dalam bahasa Sunda berasal dari kata ruwat yang memiliki arti merawat atau menjaga. Sehingga istilah dari Tradisi Sunda Hajat Bumi memiliki arti tradisi yang bertujuan untuk mengajak masyarakat sekitar mengumpulkan hasil bumi,” Ucapnya
(Icu-x)





