UNTUK HIDUP RUKUN ANTAR TETANGGA SALING JAGA MENJAGA.

ACEH UTARA – (SIN) – PRESIDEN Prabowo Subianto seharusnya memanfaatkan kunjungan ke Malaysia untuk membicarakan kasus dugaan penembakan warga negara Indonesia oleh Penjaga Laut Malaysia (APMM). Mumpung dia berada bisa bercakap-cakap langsung dengan Perdana Menteri Malaysia, Anwar Ibrahim.

Dalam insiden itu, satu orang warga Indonesia meninggal dunia dan empat lainnya terluka. Termasuk dua warga Aceh. Saat ini, korban penembakan di perairan Tanjung Rhu, Selangor, Malaysia, Jumat pekan lalu, itu dirawat di rumah sakit setempat.

Presiden Prabowo juga seharusnya dapat menggunakan kesempatan itu untuk membahas nasib pekerja asal Indonesia di Malaysia. Saat ini, ribuan warga negara Indonesia berada di Malaysia, terutama mereka yang datang secara ilegal.

Sebagai langkah awal, Presiden Prabowo mungkin dapat menjelaskan situasi di dalam negeri–urusan ini Anwar Ibrahim pasti paham–yang sedang rumit karena angka pengangguran yang tinggi. Tak ada salahnya pula jika Presiden Prabowo meminta keringanan dari Anwar Ibrahim agar pekerja Indonesia tidak diperlakukan semena-mena, seperti yang kerap terjadi.

Seabrek persoalan di negara ini memang terkait erat dengan kebijakan pemerintah dalam 10 tahun terakhir yang jauh dari keinginan untuk menyejahterakan rakyat. Gerak ekonomi lambat, korupsi di berbagai lapisan, pengangguran tinggi, dan kemiskinan, adalah buah kebijakan salah kaprah pemerintahan sebelumnya.

Di saat banyak warga negara butuh pekerjaan, pemerintah malah membuka keran bagi pekerja asing untuk bekerja di Indonesia. Investor pun banyak yang hengkang karena menganggap negara ini tidak aman untuk investasi mereka.

Belum lagi anggaran negara yang seharusnya digunakan untuk menggerakkan perekonomian dan menekan angka pengangguran malah dihabiskan untuk membangun Ibu Kota Negara. Karena itulah penting bagi Prabowo meminta bantuan kepada sahabatnya itu untuk memberikan sedikit waktu baginya menertibkan urusan domestik Indonesia agar tidak terus berdampak terhadap Malaysia, terutama dalam urusan tenaga kerja.

Prabowo tidak perlu menutup-nutupi seabrek problematika itu kepada Anwar Ibrahim. Sebagai sosok yang memiliki banyak kawan di Indonesia, Anwar pasti mendapatkan cerita dan membaca laporan intelijen mengenai kondisi Indonesia saat ini.

Jadi, Prabowo kudu meminta Anwar sebuah perlakuan khusus dari Kerajaan Malaysia terhadap pekerja asal Indonesia agar mereka tetap diperlakukan manusiawi. Dalam kehidupan bertetangga, perselisihan pasti ada. Ketidaksukaan pasti muncul. Tapi hal itu tak perlu disikapi berlebihan, apalagi sampai muncul keinginan untuk menghabisi….. ( M )

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *