Karawang – Jawa Barat – (SIN) – Acara study tour yang sudah biasa diselenggarakan pihak sekolah setiap tahun sekali dinilai memberatkan orang tua siswa. Salah satu orang tua siswa yang anaknya bersekolah di SMP negeri l Kutawaluya, Kabupaten Karawang, Provinsi Jawa Barat, Kamis (21/11–2024).
Orang tua wali murid yang namanya tidak mau dipublikasikan, menuturkan kepada media SIN bahwa menjelang akhir tahun di setiap jenjang pendidikan selalu ada acara yang sering kali dilakukan oleh pihak sekolah. Kegiatan ini tentunya memerlukan biaya yang tidak sedikit.
Kita sebagai orang tua cukup berat, ujar orang tua wali. Anak kami kelas VIII diminta oleh pihak sekolah yang ikut tour dengan membayar Rp 500.000,- dan bonus 1 kaos yang berlogo Outing, dengan tour tujuan kota Cirebon, ditambah uang bangunan kisaran Rp 650.000,-.
Mirisnya yang tidak ikut tour pun diwajibkan membeli 1buah kaos dengan harga Rp 160.000,– dan juga diwajibkan per siswa membayar Rp 340.000,- dengan alasan untuk uang bangunan.
Dan anehnya lagi ada yang katagori sebagai siswa yatim piatu masih juga diminta untuk uang tour Rp.500.000,- dan uang bangunan Rp.650.000,- saya sudah melunasinya kata Kakek yang cucunya sekolah di SMPN tersebut.
Selain biaya untuk study tour, orang tua juga harus menanggung dan mempersiapkan uang sakunya juga. Tentu ini sangat memberatkan kami sebagai orang tua siswa.
Peraturan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, (Kemendikbud) yang dikeluarkan melalui Sekretaris Jenderal dalam Surat Edaran Nomor 14 Tahun 2023. Dalam surat edaran tersebut, Kemendikbud menegaskan bahwa kegiatan ini tidak bersifat wajib dan tidak boleh membebani orang tua/wali murid.
“Tapi pada nyatanya masih tetap berlaku,” keluhnya.
Sebagai orang tua siswa, meminta Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, (Mendikbud) untuk memberikan aturan yang lebih tegas berupa larangan bagi setiap jenjang sekolah dari SD hingga SMA menggelar study tour yang memberatkan orang tua siswa. Ia juga mengungkapkan kekhawatirannya terhadap potensi kecelakaan.
“Dengan larangan yang tegas, diharapkan tidak ada lagi beban tambahan yang harus ditanggung oleh orang tua siswa dan keselamatan siswa pun lebih terjamin,” pungkas Orang tua wali murid.
Keluhan ini menggambarkan dilema yang dihadapi banyak orang tua siswa di berbagai daerah. Mereka tidak hanya harus memenuhi kebutuhan pendidikan anak-anak mereka, tetapi juga menghadapi biaya tambahan yang timbul dari kegiatan ekstrakurikuler seperti study tour.
Saat ditemui Kepsek diruang kerjanya mengatakan betul adanya study tour ke wilayah Cirebon dengan ongkos Rp 500.000,- dan nanti keberangkatannya tgl 23 Nopember untuk kelas VII dan VIII kurang lebih siswa/i berjumlah 400 orang dan ditambah para guru 52 orang.
Adapun bagi siswa/i, yang tidak ikut tour diarahkan ke Candijiwa Kecamatan Batujaya untuk ketrampilan belajar P5, pungkas Kepsek.
Diharapkan para pemangku kepentingan di sektor dunia pendidikan bisa memahami situasi dan mencari solusi terbaik agar pendidikan tetap menjadi prioritas tanpa harus membebani orang tua siswa.
Kabiro(SIN)Karawang–Jabar.
— T.S —





