Warga Bali Sadar Tengah Keluhkan Pekerjaan Jalan Lapen Tidak Akan Bertahan Lama.

 

Way Kanan Lampung – (SIN) – Diduga akibat buruknya pekerjaan proyek dengan anggaran ratusan juta lebih di Kampung Bali Sadar Tengah, Kecamatan Banjit Kabupaten Way Kanan Provinsi Lampung. Peningkatan jalan jenis lapen  dengan volume panjang sekitar 500, Meter lebar kurang lebih 2,5 Meter. Dikeluhakn warga setempat tidak akan bertahan lama.

Dari hasil pantauan tim media dilokasi, Senin (26/12/2022) jalan lapen yang baru selesai dubangun itu, disinyalir tidak mengacu kepad Rencana Anggaran Belanja RAB karena melihat hasil pekerjaan tersebut tidak maksimal. Pasalnya, sangat miris jalan laven panjang 500 Meter itu hanya menggunakan aspal 3 drum, akibatnya baru di lewati motor saja sudah aspal sudah terkelupas dan hancur. Dipastikan bangunan tersebut tidak akan bertahan lama.

Tim media online dan cetak pada hari, Senin (26/12/2022) saat investifasi menilai pekerjaan proyek jalan lapen yang menggunakan anggaran ratusan juta, dan panjang sekitar lebih kurang 500 meter dan lebar 2.5 meter yang baru selesai kurang lebih 1 minggu , yang lalu dibangun dan memakan angaran ratusan juta lebih itu tidak ada pelang nilai proyek.

Saat di konfirmasi warga dusun 5 yang setiap hari melewati jalan tersebut. Wayan giste dan warga lainnya mengakui dari awal sudah meminta kepada pak matusin selaku pengawas di lapangan agar pekerjaan jalan lapen tersebut di bagusin. Namun sangat disayangkan jawabanya, saya hanya menjalankan apa yang di suruh pak Candra sekaku pemborong pekerjaan ini,” kata pak Matusin

Pak Matusin ini juga selaku kepala kampung Rebang Tinggi.. dan sangat disayangkan jalan baru 1minggu sudah rusak parah dan aspalnya lembek mudah terkelupas, Kami sebagai warga prihatin melihat kondisi pembangunan jalan lapen ini. Kalau tau aspal nya seperti ini lebih baik tidak usah dibagusin jalan kami bang,” Ungkap pak Wayan Giste. “karna saya pastikan jalan ini tidak akan bertahn lama.

Karena itu, kami berharap agar dinas terkait segera turun melihat pekerjaan tersebut. Hendaknya bisa melakukan penyelidikan serta turun langsung kelapangan, karena patut diduga material yang digunakan tidak sesuai spesifikasi. Untuk pihak-pihak yang terkait harus segera cepat menuntaskan kasus seperti ini agar di kemudian hari tidak terulang lagi,” Cetus Wayan.

Menurutnya, jalan lapen yang dikerjakan pada tahun 2022 ini, kemungkinan besar tidak mampu menahan beban berat, sampai berita ini di turunkan belum ada yang bisa di konfirmasi dari pihak balai besar atau PUPR, Provinsi Lampung.

 

(HERIANSYAH)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *