Waspada!Jalan Ukur Laran – Lapas Saumlaki Rawan Kejahatan, Tiga Perempuan Jadi Korban Pelecehan

Kepulauan Tanimbar – (SIN) – Kasus pelecehan terhadap perempuan kembali terjadi dan meresahkan warga. Kali ini, tiga perempuan dilaporkan menjadi korban pelecehan di kawasan Jalan Ukur Laran, tepatnya di jalur yang menghubungkan RSUD Magretty Lauran hingga Lembaga Pemasyarakatan Saumlaki.

Peristiwa tersebut terjadi dalam waktu berbeda pada bulan April namun di lokasi yang relatif sama. Ini memunculkan kekhawatiran masyarakat terhadap keamanan di kawasan tersebut, terutama pada malam hari.

Hasil penelusuran wartawan media ini, para korban mengaku mengalami tindakan pelecehan dari pelaku yang diduga memanfaatkan kondisi jalan yang minim penerangan dan relatif sepi.

Salah satu korban yang ditemui pada Senin (4/5/2026), yang enggan disebutkan namanya, mengungkapkan bahwa dirinya waktu pulang dari kota Saumlaki menuju perumahan Bomaki sekitar pukul 22.30, waktu belok masuk dari Batalion hingga tikungan setelah Rumah Sakit Magretty Lauran aman saja.

Namun setelah posisinya memasuki Jembatan ada sebuah motor yang ngebut mengikutinya dari belakang, beta pikir ini sudah ada teman, eh tiba tiba yang bersangkutan pepet motor saya dan melakukan pelecehan dengan menyasar payudara, hingga saya jatuh dengan motor, kemudian pelaku memutarbalik motornya ke arah Saumlaki dan kabur, ucapnya.

Hal yang sama juga diungkapka n oleh Qw, bahwa dirinya waktu dari Saumlaki hingga tiba disekitaran gedung RSUD Magretty Lauran, kondisi aman saja, namun setelah dirinya memasuki wilayah jalan antara RSUD Magretty Lauran dan Lembaga Pemasyarakatan Saumlaki, sebuah motor mengikuti dari belakang lalu pepet dirinya dan pelaku melancarkan aksi, tapi saya melakukan perlawanan dengan menendangnya, kemudian pelaku kabur, ujarnya.

Warga setempat menyebut bahwa jalur tersebut memang rawan, terutama pada jam-jam tertentu. Selain tidak memiliki lampu jalan, kawasan itu juga tidak banyak dilalui kendaraan pada malam hari, sehingga memudahkan pelaku melakukan aksinya tanpa terdeteksi.

“Kami sudah lama khawatir dengan kondisi di situ. Gelap dan sepi, apalagi kalau malam hari,” ujar beberapa warga.

Pihak kepolisian setempat dikabarkan sudah menerima laporan terkait kejadian ini dan sedang melakukan penyelidikan guna mengidentifikasi pelaku.

Namun Aparat mengimbau masyarakat, khususnya perempuan, untuk lebih berhati-hati saat melintas di jalur tersebut, serta menghindari bepergian seorang diri pada malam hari.

Selain itu, masyarakat berharap adanya perhatian dari pemerintah daerah untuk segera memasang penerangan jalan dan meningkatkan patroli keamanan di wilayah tersebut guna mencegah kejadian serupa terulang kembali.

Kasus ini menjadi pengingat pentingnya keamanan ruang publik, serta perlunya langkah nyata dari berbagai pihak untuk melindungi masyarakat, khususnya perempuan, dari tindakan kriminal dan pelecehan.

(dp)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *