Kepulauan Tanimbar – (SIN) – Di tengah semangat pelestarian budaya dan geliat pembangunan desa, perempuan-perempuan di desaTumbur kini mendapat dorongan baru untuk semakin berdaya secara ekonomi. Melalui wadah koperasi, Tim Penggerak PKK Provinsi Maluku mengajak kaum perempuan menjadikan kebersamaan sebagai kekuatan untuk meningkatkan kesejahteraan keluarga dan masyarakat.
Kunjungan Ketua TP PKK Provinsi Maluku’Ny. Maya Baby Lewerissa’, bersama rombongan ke desa Tumbur, Selasa (9/6/2026) tidak hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga membawa pesan penting tentang peran strategis perempuan dalam pembangunan ekonomi desa. Dalam pertemuan bersama warga dan pengurus PKK setempat, koperasi disebut sebagai salah satu instrumen yang mampu membuka peluang usaha, memperkuat akses permodalan, serta meningkatkan nilai jual produk-produk lokal.
Desa Tumbur yang dikenal sebagai salah satu sentra budaya di Kabupaten Kepulauan Tanimbar memiliki potensi ekonomi yang besar. Berbagai kerajinan khas daerah, hasil olahan rumah tangga, hingga produk-produk kreatif perempuan desa selama ini telah menjadi sumber penghasilan bagi banyak keluarga. Namun, tantangan pemasaran dan pengelolaan usaha masih menjadi pekerjaan rumah yang harus diselesaikan bersama.
Melihat kondisi tersebut, TP PKK Maluku menilai koperasi dapat menjadi solusi yang efektif. Melalui sistem yang mengedepankan gotong royong dan kebersamaan, para perempuan dapat saling mendukung dalam mengembangkan usaha, mengakses permodalan, hingga memperluas jaringan pemasaran.
“Koperasi bukan hanya tempat menabung atau meminjam uang, tetapi juga wadah untuk memperkuat ekonomi perempuan. Jika dikelola dengan baik, koperasi mampu meningkatkan pendapatan keluarga dan mendorong pertumbuhan ekonomi desa,” ujar Ketua TP PKK Maluku di hadapan warga.
Antusiasme masyarakat terlihat jelas selama kegiatan berlangsung. Para ibu rumah tangga, pelaku UMKM, hingga kader PKK tampak aktif berdiskusi mengenai peluang pengembangan usaha yang dapat dilakukan melalui koperasi. Mereka berharap keberadaan koperasi yang kuat dapat menjadi jembatan bagi produk-produk lokal Tumbur untuk menjangkau pasar yang lebih luas.
Bagi masyarakat Tumbur, perempuan bukan sekadar penjaga rumah tangga. Mereka juga menjadi penggerak ekonomi keluarga yang setiap hari berjuang memenuhi kebutuhan hidup. Karena itu, penguatan kapasitas dan akses ekonomi bagi perempuan dinilai menjadi langkah penting dalam menciptakan keluarga yang mandiri dan sejahtera.
Kunjungan TP PKK Maluku ini pun membawa optimisme baru. Di tengah arus perubahan dan tantangan ekonomi yang terus berkembang, perempuan Tumbur didorong untuk tidak hanya menjadi pelaku usaha, tetapi juga menjadi penggerak pembangunan dari tingkat desa.
Dengan semangat kebersamaan yang menjadi ruh koperasi,perempuan-perempuan desa Tumbur diharapkan mampu mengubah potensi yang dimiliki menjadi kekuatan ekonomi nyata. Sebab, ketika perempuan berdaya dan mandiri secara ekonomi, maka keluarga menjadi lebih kuat, desa semakin maju, dan masa depan generasi berikutnya akan lebih terjamin.
(dp)





