Menjangkau Anak Tidak Sekolah (ATS): PKBM Cendikia Tekankan Pentingnya Pendekatan Belajar Khusus dan Relevan

Lampung Tengah – (SIN) – Anak Tidak Sekolah (ATS) membutuhkan penanganan dan strategi pembelajaran yang berbeda dibanding peserta didik pada umumnya. Karakteristik khusus yang dimiliki oleh kelompok ATS menuntut adanya pergeseran strategi belajar yang tidak hanya berfokus pada pemenuhan akademis, tetapi juga relevansi langsung dengan kehidupan sehari-hari mereka.

Menurut informasi yang dirilis oleh PKBM Cendikia, tantangan utama yang kerap muncul pada anak tidak sekolah adalah pertanyaan mendasar mengenai manfaat pendidikan bagi hidup mereka saat ini: “Apa gunanya saya belajar ini untuk hidup saya sekarang?” Oleh karena itu, kurikulum dan pendekatan yang diterapkan harus memberikan manfaat langsung (konkrit) yang berfokus pada kebutuhan masa kini.

Pergeseran Strategi Belajar

Setelah penghentian platform Setara Daring, PKBM Cendikia mendorong penerapan pembelajaran mandiri yang terstruktur dan efektif. Konsep belajar mandiri ini dirancang melalui tiga pilar utama:

1. Tidak Membebani: Memastikan proses belajar dapat disesuaikan dengan kondisi dan ritme peserta didik tanpa menimbulkan tekanan berlebih.

2. Fasilitasi Bahan Ajar Relevan: Menyediakan materi pembelajaran yang tepat guna, modern, dan menjawab kebutuhan nyata peserta didik.

3. Pendampingan yang Tepat: Memberikan bimbingan langsung dari pengajar atau tutor secara berkala untuk menjaga motivasi dan progres belajar.

PKBM Cendikia menegaskan bahwa prinsip utama dalam pendekatan ini adalah “Belajar mandiri bukan berarti dibiarkan sendiri.” Kehadiran pendampingan yang tepat dan materi yang fleksibel menjadi kunci utama dalam merangkul kembali anak-anak yang sempat terputus dari jalur pendidikan formal.

Tentang PKBM Cendikia

PKBM Cendikia adalah lembaga Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat yang berfokus pada penyediaan layanan pendidikan inklusif, fleksibel, dan berkualitas bagi seluruh lapisan masyarakat, khususnya dalam menjangkau Anak Tidak Sekolah (ATS). (*)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *