BOP Mencapai 674 Juta tahun 2023, PKBM Imam Syafei Diduga Masih Pungut Biaya Ke Murid

Bandung – Jawa Barat – (SIN) – Bantuan Operasional Penyelenggaraan (BOP) PKBM Imam Syafei yang mencapai Rp 674.110.000, tahun 2023, yang seharusnya sudah lebih dari cukup untuk biaya operasional pendidikan, namun Sekolah Kesetaraan tersebut diduga masih saja lakukan pungutan kepada murid.

Pada saat Kabiro Kabupaten Bandung media SIN berkunjung ke PKBM Imam Syafei pada jum’at 26/April/2024 sekira pukul 14:23 WIB.

Bertemu dengan Pak Ayi sebagai staf PKBM Imam Syafei, Saat diKonfirmasi Bagaimana tentang pembelajaran di PKBM Imam Syafei dan terkait daftar hadir sejumlah murid yang ada di dapodik, namun sayang staf tersebut lupa dimana menyimpannya.

Pada hari yang sama lanjut kami menanyakan kepada Siswa yang baru saja selesai mengikuti pembelajaran di PKBM Imam Syafei namun namanya tidak mau di tulis yang mengikuti paket C yang masih berusia 17 th mengatakan pada Awak media kalau saya dan kawan saya bayar untuk paket b 2,5 juta, paket c 3 juta Untuk sekolah di PKBM Imam Syafei ini karena saya tidak dapat Beasiswa kalau untuk pembelajaran dalam 1 minggu kami masuk 3 kali pada hari Jumat, Sabtu dan Minggu.

Setelah itu kami kembali mempertanyakan daftar hadir murid kepada pak Ayi, “Belum ketemu pak, tapi tadi saya baru dapat telpon dari Pak Imam dan dia mau ke sekolah”. Ungkap pak Ayi.

Tidak lama kemudian Imam selaku Kepala PKBM Imam Syafei datang dan menanyakan, “Gimana-gimana ada apa nah jadi begini saja Bang, abang bisa buat pemberitaan yang baik baik saja tentang sekolah kami kebetulan juga saya Aktif di IWOI Jawa Barat, jadi sama saya enak enakan saja Bang, kata Imam.

ketika dikonfirmasi terkait murid PKBM yang berusia 17 tahun apakah di wajibkan bayar Rp 3 jt untuk paket c, 2,5 jt paket B, “Itu kata kata dari siapa itu bang, suruh saja orang nya kesini nanti kita cek di data Komputer kita bener tidak pokok nya gini aja lah bang, mau saya kita Bekerjasama dengan baik, atau abang 2 bulan sekali kesini, nanti biar kami persiapkan dana Surat kabar umum nya dah gitu aja iyaa”. tutupnya.

(AR)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *