Solok – (SIN) – Keberadaan dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang berada di kawasan Jalan Raya Lintas Solok–Padang, Air Panas Bukit Kili, Kabupaten Solok, mulai menuai sorotan. Sejumlah warga sekitar mempertanyakan kesesuaian fasilitas dapur tersebut dengan standar operasional yang seharusnya diterapkan dalam penyelenggaraan layanan pemenuhan gizi.
Program Makan Bergizi Gratis (MBG) sendiri merupakan salah satu program unggulan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto yang bertujuan meningkatkan kualitas gizi masyarakat, khususnya bagi pelajar dan kelompok yang membutuhkan. Karena itu, pelaksanaan program ini di lapangan diharapkan benar-benar memenuhi standar kebersihan, pengelolaan dapur, serta sistem pengawasan yang ketat.
Informasi yang dihimpun media cetak dan online Suara Investigasi News dari masyarakat setempat menyebutkan bahwa lokasi dapur SPPG diduga tidak sepenuhnya memenuhi standar teknis yang telah ditetapkan. Salah satu yang menjadi perhatian adalah letak kantor dan dapur yang terpisah cukup jauh dan harus menyeberangi jalan raya lintas Solok–Padang.
Menurut warga, kondisi tersebut dinilai berpotensi menghambat pengawasan langsung terhadap aktivitas dapur, terutama terkait proses pengolahan makanan, pengemasan, hingga pengendalian kebersihan dan sanitasi.

“Kalau kantor di seberang jalan dan dapur di sini, tentu pengawasan tidak bisa maksimal. Apalagi ini menyangkut makanan yang akan dikonsumsi banyak orang,” ujar salah seorang warga yang enggan disebutkan namanya.
Selain persoalan jarak antara kantor dan dapur, keberadaan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) di lokasi dapur tersebut juga menjadi tanda tanya. Beberapa warga mengaku belum melihat secara jelas sistem pengolahan limbah yang semestinya menjadi bagian penting dari standar kebersihan dapur produksi makanan skala besar.
Untuk mendapatkan penjelasan langsung, tim Suara Investigasi News mendatangi lokasi dapur SPPG di Air Panas Bukit Kili. Namun saat itu, penanggung jawab SPPG, Ilham Ramadhan, tidak berada di tempat.
Upaya konfirmasi kemudian dilakukan melalui sambungan telepon, namun panggilan tersebut tidak diangkat. Tim media selanjutnya mengirimkan pesan melalui WhatsApp untuk meminta klarifikasi terkait berbagai pertanyaan yang muncul di tengah masyarakat.
Dalam balasan singkat melalui pesan WhatsApp, Ilham Ramadhan menyampaikan bahwa dirinya sedang berada di Bank BNI dan belum dapat memberikan keterangan secara langsung.
Ia juga menyampaikan bahwa setelah itu dirinya akan menghadiri kegiatan buka puasa bersama BGN di tempat lain, sehingga belum dapat ditemui oleh tim media pada saat itu.
Hingga berita ini diturunkan, pihak pengelola SPPG belum memberikan penjelasan resmi terkait jarak antara kantor dan dapur serta keberadaan sistem IPAL di lokasi dapur tersebut.
Media Suara Investigasi News masih membuka ruang konfirmasi kepada pihak terkait guna memperoleh penjelasan yang lebih lengkap, demi memastikan bahwa operasional dapur SPPG benar-benar sesuai standar dan semangat program Makan Bergizi Gratis, yang merupakan salah satu program prioritas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dalam meningkatkan kesejahteraan dan kualitas gizi masyarakat Indonesia.
(LJ)





