Dugaan Korupsi Dana Pensiunan PNS Karawang: Acep Jamhuri, Calon Bupati dalam Sorotan

LKarawang – (SIN) – Jabar (SIN) Ratusan pensiunan PNS di Karawang mendatangi kantor Korpri setempat. Mereka dengan tegas menuntut pembayaran uang pensiun yang telah tertunda hampir dua tahun, Kamis (3/10–2024).

Juhdiana, salah satu perwakilan pensiunan, menegaskan bahwa aksi mereka hari ini bukan demonstrasi. ‘Ini murni audiensi untuk meminta kejelasan terkait hak–hak kami yang belum terpenuhi,’ tegasnya.

“Hampir 700 pensiunan di Karawang tengah menghadapi kesulitan ekonomi akibat penundaan pembayaran uang pensiun sebesar Rp14 juta. Juhdiana, salah satu perwakilan mereka, mengungkapkan kekecewaannya yang mendalam. Kami telah mengabdi selama puluhan tahun, dan ini adalah hak kami, tegasnya.

Pihak Korpri beralasan penundaan ini disebabkan oleh kekosongan jabatan ketua. Namun, alasan tersebut tidak bisa diterima oleh para pensiunan. Mereka mengancam akan melakukan aksi yang lebih besar jika tuntutan mereka tidak segera dipenuhi.

Menyikapi hal tersebut Alfin Fadhilah dari Divisi Mahasiswa Alumni Aktifis Cipayung Plus Karawang mendesak. Acep Jamhuri untuk bertanggung jawab penuh atas “Dugaan penyelewengan dana pensiunan PNS di Karawang bernilai miliaran rupiah.

Dana pensiunan tersebut, Acep Jamhuri tidak boleh bersembunyi di balik jabatannya sebagai calon Bupati. Ia harus memberikan penjelasan yang transparan kepada publik ujar Alfin.

Alfin Fadhilah, mantan Presiden Mahasiswa Unsika Karawang, meminta Acep Jamhuri untuk bertanggung jawab atas hilangnya dana pensiunan PNS. ‘Sebagai seorang pemimpin, Acep Jamhuri harus memberikan contoh yang baik dengan menyelesaikan masalah ini, tegas Alfin.”

Alfin Fadhilah, menilai bahwa tindakan Acep Jamhuri ini sangat mengecewakan. ‘Acep Jamhuri seenaknya mengumbar janji kepada masyarakat Karawang, padahal di belakang layar masih ada masalah besar yang belum diselesaikan, Sebagai seorang pemimpin, Acep Jamhuri harus memberikan contoh yang baik dengan menyelesaikan masalah ini. ‘ tutur Alfin.

Sementara itu, Deny Alfarez dari Divisi Advokasi Alumni Cipayung Plus Karawang, menyatakan kesiapannya untuk memberikan bantuan hukum kepada para pensiunan yang merasa dirugikan.”

“Alfin Fadhilah, mantan Presiden Mahasiswa STIE Budi Pertiwi Karawang, tidak tinggal diam melihat penderitaan para pensiunan PNS yang kehilangan dana pensiun. Ia mengumumkan akan membuka posko pengaduan dan memberikan pendampingan hukum secara gratis kepada para pensiunan.

“Kami akan berjuang bersama–sama untuk mendapatkan keadilan bagi mereka. Posko pengaduan ini diharapkan dapat menjadi wadah bagi para pensiunan untuk melaporkan permasalahan yang mereka hadapi dan mendapatkan solusi yang tepat.” tutupnya.

Kabiro(SIN)Karawang–Jabar.
(T.S)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

2 Komentar