Lampung Timur – (SIN) – Akibat tingginya target PAD yang dibebankan, beberapa Koorlap Pasar Daerah Lampung Timur melakukan pengajuan permohonan pengunduran diri sebagai Koorlap.
Surat Permohonan pengunduran diri para Koorlap Pasar yang ditujukan ke Dinas Perindustrian Dan Perdagangan Kabupaten Lampung Timur tersebut dibenarkan oleh
Kepala Bidang (Kabid) Pasar Dinas Perindustrian dan Perdagangan Lampung Timur Edi Susilo, Kamis (8 /6/2023).
Menurut Edi Susilo, terkait pengajuan pengunduran diri beberapa Korlap tersebut benar adanya, Ada 4 dari 9 Kordinator Pasar yang mengundurkan diri dengan alasan target retribusi terlalu tinggi yang dibebankan. Tetapi dari beberapa Korlap yang mengundurkan diri salah satu karena alasan kesehatan.
” Surat pengunduran diri yang disampaikan tersebut harus di perbaiki karena di tujukan ke Kabid bukan ke Kepala Dinas, Seharusnya ditujukan ke Kadis bukan ke Kabid,” ungkapnya.
Lebih lanjut dikatakan Edi, target PAD dari retribusi pasar pada tahun 2023 ada kenaikan, Penetapan kenaikan target PAD tersebut dibuat oleh Dispenda Lamtim, kenaikan target PAD tahun 2023 ada sekitar 150 juta dari target tahun 2022.
” Target PAD dari pengelolaan pasar daerah pada tahun 2023 ini ditetapkan sebesar Rp.3.141.900.000, sedangkan pada tahun 2022 lalu hanya sekitar 2,9 Milyar dan itupun hanya tercapai sekitar 89,88 persen dari target yang ditentukan, memang penetapan kenaikan target PAD yang sekitar 150 juta tersebut ditetapkan oleh Dispenda langsung, maka dengan adanya kenaikan target PAD tersebut para Koorlap merasa agak berat dan ragu untuk dapat memenuhi target “.
” Kami juga dari dinas telah mengirim surat ke TAPD untuk minta peninjauan kembali dengan harapan agar dapat direvisi kembali target tersebut
, namun revisi itu tidak mungkin dilakukan saat ini, terkecuali saat pembahasan di APBD-Perubahan tahun 2023 nanti,” ungkapnya.
(Win)






