Janji Angin Surga yang Menguap di Tanah Longsor Sapan Salak Enam Tahun Menunggu Bantuan yang Tak Kunjung Datang

Solok Selatan – (SIN) – Enam tahun sudah berlalu sejak bencana longsor melanda Jorong Sapan Salak, Nagari Pakan Rabaa Timur, Kecamatan Koto Parik Gadang di Ateh, Kabupaten Solok Selatan, pada tahun 2019 silam. Namun hingga Akhir tahun 2025, masyarakat yang kehilangan rumah akibat musibah itu masih menanti janji bantuan pembangunan rumah dari pemerintah -yang tak kunjung terwujud.

Tragedi yang mengguncang wilayah tersebut menimbun 14 unit rumah warga dan memaksa puluhan jiwa mengungsi. Hingga kini, sebagian besar korban masih bertahan di bangunan seadanya, berjuang dengan keterbatasan di tengah ketidakpastian.

Waktu itu kami dijanjikan akan dapat bantuan rumah , tapi sampai sekarang tidak ada kabar apa pun. Kami lelah menunggu,” ujar salah satu korban yang kini tinggal di rumah papan sederhana.

Janji yang Tak Kunjung Nyata

Pasca bencana, sejumlah pejabat daerah dikabarkan sempat meninjau lokasi dan menyatakan bahwa bantuan akan disalurkan melalui BPBD dan Dinas Sosial Kabupaten Solok Selatan. Namun, enam tahun berlalu, Dari 14 unit rumah warga yang habis tertimbun tanah longsor di jorong sapan salak nagari pakan rabaa timur kecamatan kotoparik gadang di ateh kabupaten solok selatan, tak satu pun dari mereka yang menerima, Bantuan Rumah yang telah dijanjikan tersebut.

Kami lihat bantuan berupa uang dan bahan bangunan seperti semen memang diserahkan ke pihak nagari. Tapi kami, yang rumahnya benar-benar hilang tertimbun, tidak pernah mendapatkannya,” ungkap seorang korban yang enggan disebutkan namanya karena takut akan intimidasi dari pihak pemerintahan.

Warga lain mengaku telah berkali-kali didata dan diminta menandatangani berkas, bahkan difoto untuk keperluan administrasi, namun hasilnya nihil.

Kami tidak pernah ditanya dan di libatkan dengan urusan Bantuan Tersebut.! Kami hanya mendengar kabar dari orang orang, bahwasanya tanah yg disana( sambil menunjuk ke arah bukit) tanah itu di peruntukan untuk kami yg rumah kami hilang total akibat bencana tersebut, akan tetapi sekarang malah di bikin kandang ayam tampa ada melibatkan kami Yang terdampak langsung untuk Diajak musyawarah tutur warga lain yg tidak mau disebutkan namanya.

Sementara itu, salah seorang anggota Badan Musyawarah Nagari (Bamus) yang Saat Bencana itu Terjadi Masih Menjabat mengaku bahwa persoalan ini sudah tidak lagi menjadi “rahasia umum”.

Masalah bantuan bencana yang tidak terealisasi itu sudah lama diketahui masyarakat. Saya sendiri dulu ikut memperjuangkannya sampai ke provinsi dan melapor ke kejaksaan tinggi Dengan bukti beserta dokumentasi yang lengkap, bahwasanya Bantuan itu nyata adanya,,tapi tindaklanjut dari Laporan Tersebut tetap tidak sesuai harapan,” ungkapnya.

Penelusuran tim Suara Investigasi New menemukan adanya dugaan Tindak Pidana Korupsi Bantuan bencana, Alih fungsi Peruntukan dan Juga Penyalahgunaan wewenang Oleh Pihak yang Tidak Bertanggung. dalam penyaluran bantuan Bencana alam yang terjadi pada tahun 2019 di Nagari Kotoparik gadang di ateh kabupaten solok selatan.

Terkait Hal ini, Demi Untuk Memperjuangkan Hak Masyarakat Untuk Mendapatkan informasi yang lebih terang, Tim investigasi Berencana akan melayang

Surat permintaan data resmi, Penyaluran bantuan bencana yang akan diajukan ke BPBD, Dinas Sosial Kabupaten Solok Selatan dan juga Kepada Pemerintahan Nagari pakan rabaa timur kecamatan kotoparik gadang di ateh kabupaten solok selatan.

Harapan yang Belum Padam

Warga korban longsor kini hanya berharap agar pemerintah tidak menutup mata terhadap penderitaan mereka. Di tengah kehidupan yang serba sulit, mereka masih menunggu janji yang pernah diucapkan.

Kami bukan menuntut lebih, hanya menagih janji yang dulu disampaikan. Rumah kami sudah habis tertimbun tanah, masa kami harus terus menunggu tanpa kepastian?” ujar seorang ibu korban dengan mata berkaca-kaca.

Catatan Akhir

Kasus menguap nya, bantuan bagi korban longsor di Nagari Pakan Rabaa Timur mencerminkan potret buram penanganan. (Tim)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *