
Jabar kuningan – (SIN) – Adanya informatika/ Kominfo adalah sebuah informasi publik yang mana adanya sebuah informasi tentang Kegitatan bupati dan wakil bupati untuk menyebar luaskan sebuah informasi dari pemerintah untuk memajukan pembangunan infrastruktur daerah
Namun apa yang terjadi di pemerintahan kabupaten Kuningan peropinsi Jawa barat. Di dinas informatika dalam penyediaan anggaran untuk media bisa di bilang Munim.
Ini di sampaikan dari DPC PWRI Kabupaten Kuningan di sampaikan saat study banding dengan DCP PWRI metro di ruang rapat kantor informatika /Kominfo kabupaten Kuningan Jum,at/24/12/21)
Lanjut.telah di sampaikan dari ketua DPC PWRI kabupaten kuningan saat di Wawan cara terkait tidak dapat dana hibah dirinya meminta dari dinas informatika sebagai ujung tombaknya informasi agar untuk bisa mengakomodirkan usulan dana hibah untuk kawan kawan organisasi wartawan yang ada di kabupaten kuningan ucap ketua DPC PWRI kuningan Cecep
Untuk itu dari kadis Kominfo Wahyu hidayah terkait dana hibah ini lagi kita usulkan dan mudah mudahan bisa di akomodir untuk th kedepan. Karna ini anggaran APBD muri belum di sahkan
Dan bila di APBD murni belum mendapatkan kita nanti di usulkan melalu ABT Anggaran berubahan di th 2022)menurutnya media ini adalah sebuah informasi penting untuk membangun pemerintah
Juga pemerintah tak lapas mendengarkan informasi dalam Pruduk kemasan berita yang disampaikan oleh kawan kawan media,dan media juga selalu berdampingan dengan pemerintah daerah untuk mengasih informasi tentang berkembanganya kemajuan infrastruktur daerah
Maka dari itu kita kedepan nanti kita upayakan hibah untuk organisasi pers yang ada di kabupaten Kuningan.
Tambah mutaridi selaku ketua DPC PWRI kota metro propinsi lampung. Adanya study banding ini kita bisa membuahkan hasil .dan kita juga di ingatkan dari ketum PWRI Dr.Suryanto SH.M.ken.kuta studi banding ini agar bisa membuahkan hasil dan untuk kemajuan organisasi PWRI yang ada di setiap kabupaten kota di seluruh Indonesia untuk memperkembangkan organisasi pers.
Tambahnya,Kabupaten Kuningan masuk menjadi salah satu Daerah dengan status miskin ekstrim di Propinsi Jawa Barat, hal itu ditegaskan Kepala Dinas Kominfonya Dr. Wahyu Hidayah di sela sela pertemuan dengan DPC PWRI Kota Metro didamping Pengurus DPC PWRI kabupaten setempat
Berbagai masukan disampaikan Anggota dan Pengurus DPC PWRI Kota Metro terkait tidak pernah ada dana hibah yang digulirkan Pemerintah Kabupaten Kuningan kepada Organisasi Wartawan seperti DPC PWRI Kabupaten setempat didamping dua Orang Pejabat di bawahnya.
Sehingga pernyataan Kadis Kominfo Dr. Wahyu Hidayah yang mengatakan kepada Rombongan DPC PWRI dari kota Metro dan Kuningan bahwa Kabupatennya saat ini mengalami kemiskinan ekstrim.
Sebab dilihat dari segi fisik maupun kendaraan yang berjejer disepanjang jalan utama di kota Kabupaten setempat, termasuk kondisi Kantor Pemerintahan, telah mengundang ke kecurigaan DPC PWRI Kota Metro, tidak memperlihatkan kalau Kabupaten Kuningan masuk pada golongan Daerah miskin esktrim seperti yang diakui Dr. Wahyu Hidayah sebelumnya.
Kadis Kominfo Kabupaten Kuningan mengakui terkait dana hibah yang dipertanyakan DPC PWRI Kota Metro, mengakui akan memikirkan masukan yang disampaikan DPC PWRI kota Metro akan mengupayakan hal itu secara bertahap.
Menurutnya Media sebagai pilar demokrasi, Pihaknya berusaha menyampaikan masukan dari DPC PWRI Kota Metro saat pertemuan dengan Mereka tadi
Sebab dengan kondisi keterbatasan APBD, maka Kabupaten Kuningan tidak bisa disamakan dengan kabupaten kota lainnya di Jawa Barat. Namun pembahasan terkait pengelolaan Anggaran untuk dana hibah akan terus diupayakan hingga ke DPRD Kuningan.
Sementara Ketua DPC PWRI Kuningan Cecep Muhidir mengakui sesuai yang diakui Kadis Kominfo bahwa melalui Dinas Kominfo kedepan Pihaknya akan mengupayakan dana kerja sama dengan Media maupun Organisasi Mereka.
Sementara Muhtaridi, Ketua DPC PWRI Kota Metro menurutnya sesuai dengan petunjuk Ketua Umum PWRI Pusat, maka PWRI di daerah harus menghasilkan sesuatu yang berguna untuk semua DPC DPC di seluruh Indonesia.
(Samidi+Samsi)





