Padang Lawas – (SIN) – Mahasiswa Institut Teknologi Sains Padang Lawas Utara (ITS Paluta) laksanakan Kuliah Kerja Nyata (KKN) adakan kegiatan sosialisasi pengenalan penyakit pada hewan ternak serta penyuntikan vitamin dan Pemberian obat cacing pada ternak kambing di Desa Pulo Bariang, Kecamatan Huristak, Kabupaten Padang Lawas, Sabtu (08/08/2026).
Kegiatan tersebut dilaksanakan sebagai bagian dari program pengabdian kepada masyarakat dengan tujuan, meningkatkan pengetahuan dan pemahaman Para Peternak mengenai pentingnya menjaga kesehatan hewan ternak.
Melalui kegiatan tersebut, masyarakat dapat memperoleh informasi mengenai berbagai penyakit yang sering menyerang ternak ruminansia, khususnya kambing dan langkah-langkah pencegahan serta penanganan awal yang dapat dilakukan.
Kegiatan dilaksanakan dibawah bimbingan Dosen Pembimbing Lapangan Emmi Juwita Siregar, S.Pd., M.Pd.
Adapun Mahasiswa KKN yang terlibat dalam pelaksanaan kegiatan tersebut, terdiri atas: Muhammad Alwi Hasibuan, Rana Permata Sari, Asrul Ramadan Hasibuan, Sopia Hannum Harahap, Parlaungan Siregar, Nurasiah Jamil Harahap, Fauzan Hazmi Harahap, Risna Hopipa Harahap, Nazia Al Razia Harahap, Eviana Pohan, dan Sukrina Salimah.
Dalam kegiatan sosialisasi, Mahasiswa ITS Paluta memberikan penjelasan mengenai beberapa jenis penyakit yang umum mmditemukan pada terna ruminansia.
Materi yang disampaikan meliputi penyakit kembung atau bloat, abortus atau keguguran, retensio plasenta myasis atau luka belatung, cacingan dan mastitis.
Para Peternak diberikan pemahaman mengenai tanda-tanda penyakit, faktor penyebab, dampak terhadap kesehatan ternak, serta langkah pencegahan yang dapat dilakukan.
Pengenalan gejala awal penyakit menjadi bagian penting dalam kegiatan ini, karena deteksi dini dapat membantu peternak mengambil tindakan yang tepat dan mengurangi resiko penyakit berkembang menjadi serius.

Selain pengenalan penyakit, kegiatan juga membahas sebagai metode pemberian obat melalui penyuntikan.
Peserta diperkenalkan dengan beberapa teknik injeksi, seperti injeksi intra dermal, subkutan, intramuskular dan intravena.
Setiap metode memiliki fungsi dan teknik pelaksanaan yang berbeda, sesuai dengan jenis obat serta kebutuhan kesehatan ternak.
Pada sesi praktik, Tim KKN memberikan penjelasan mengenai prosedur dasar dalam melakukan penyuntikan secara aman dan tepat.
Adapun tahapan yang diperkenalkan meliputi, persiapan peralatan , pengunaan alat yang bersih dan sesuai, penentuan teknik penyuntikan, pengamanan posisi ternak, serta pelaksanaan pemberian vitamin dan obat sesuai kebutuhan dan arahan yang tepat.
Pemberian vitamin dilakukan sebagai upaya mendukung posisi tubuh dan kebutuhan nutrisi ternak.
Sementara itu pengendalian cacing menjadi salah satu perhatian utama, karena infeksi parasit dapat menggangu penyerapan nutrisi, menurunkan pertumbuhan serta berdampak pada produktivitas ternak.
Masyarakat juga diberikan pemahaman mengenai pentingnya menjaga kebersihan kandang, menyediakan pakan berkualitas, melakukan pengamatan terhadap kondisi ternak secara rutin, serta melakukan pencatatan terhadap tindakan kesehatan yang telah diberikan.
“Ini penting agar dapat membantu peternak memantau kondisi kesehatan ternak dan mengetahui riwayat penanganan yang telah dilakukan”, jelas Dosen Pembimbing Lapangan Emmi Juwita Siregar, S.Pd., M.Pd.
Beliau juga menyampaikan, bahwa kegiatan sosialisasi diharapkan dapat memberikan manfaat secara langsung kepada masyarakat yang ada di Desa Pulo Bariang, dimana pengetahuan mengenai penyakit ternak dan upaya pencegahannya menjadi salah satu aspek penting dalam mendukung keberlanjutan usaha peternakan masyarakat.
Melalui kegiatan tersebut, para Mahasiswa KKN turut berperan dalam memberikan edukasi dan pendampingan kepada masyarakat dimana kegiatan sosialisasi tersebut diharapkan dapat meningkatkan kesadaran peternak untuk lebih memperhatikan kesehatan ternaknya, dengan kemampuan mengenali gejala penyakit sejak dini, menerapkan kebersihan kandang, memberikan pakan yang sesuai, serta melakukan tindakan pencegahan yang tepat, agar resiko ganguan kesehatan pada ternak dapat diminimalkan.
Melalui program KKN tersebut, mahasiswa tidak hanya menjalankan kegiatan pengabdian kepada masyarakat, tetapi juga berkontribusi dalam mendukung peningkatan pengetahuan masyarakat dibidang peternakan.
Diharapkan kegiatan serupa dapat terus dilakukan secara berkelanjutan, sehingga masyarakat semakin memahami pentingnya manajemen kesehatan ternak dalam mendukung pertumbuhan dan produktivitas ternak kambing di Desa Pulo Bariang, Kecamatan Huristak.
(SDH)






