Mengenal Silsilah Sultan Kraton Dan Abdi Dalam, DPC PWRI Metro Kunjungi Kraton.

 

Yogyakarta (SIN) – Rombongan DPC PWRI Metro dalam rangka stadi banding, sempat mengunjungi Kraton dan ingini mengenal silsilah sultan kraton berserta melihat keindahan disekelilingnya, Senin (13/03/2023).

Dalam rangka studi banding PWRI kota metro ke Yogyakarta anggota PWRI belajar banyak tentang silsilah sultan kraton, dan tata cara pengabdian abdi dalem itu sendiri di lingkungan kraton.

“Kami anggota PWRI DPC Kota Metro banyak belajar sejarah di kraton ini, seperti tentang aksara pangkat abdi dalem dan makna tentang keikhlasan dalam mengabdi kan diri di kesultanan kraton.

Disini kami mulai sedikit paham dari Noto salah satu abdi dalem, mengapa abdi dalem itu perlu memiliki kematepan hati untuk menjadi seorang abdi dalem. Karena jika tidak ada kemantapan hati dia tidak akan kuat untuk menjadi abdi dalem,” Ujar bapak Noto.

Abdi dalem memiliki keris dan memakai keris bekel dalem sampai bupati yang memakai keris kemudian pemberian dari raja (pareng dalem) kepada abdi dalem pemberian pareng dalem juga berbeda beda tergantung pangkat nya, abdi dalem juga memiliki pangkat seperti pemerintah yaitu abdi dalem Suwan Bekti, Magang, Jajar,Bekel Dalem, Bekel Sepuh, Wedeno dan Bupati di kraton,” Kata Noto.

“Abdi dalem juga tidak memakai alas kaki karena memiliki filosofi yaitu panas dan perih sama rasa dan sama rata,” ujar Noto.”Pemakaian keris juga tidak sembarangan yang memakai keris mulai dari bekel dan Bupati.

Abdi dalem di Yogyakarta berjumlah 6000 terbagi di berapa wilayah yang ada Merapi parang Tritis dan makam, ada di Yogyakarta di kraton sendiri berjumlah kurang lebih 2500 abdi dalem.

“Untuk menjadi abdi dalem juga tidak harus keturunan abdi dalem, dari luar bisa juga untuk persyaratan menjadi abdi dalem itu sendiri hanya memiliki mantap batin yang kuat dan ikhlas untuk menjadi abdi dalem itu sendiri.

Dilingkungan Kraton Abdi dalem itu sendiri, tidak boleh memakai alas kaki di karena kan yang bisa memakai alas kaki hanyalah Sri Sultan itu sendiri,” Tutup pak Noto.

 

(Red)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *