Padepokan Pencak Silat, “Setio Budhi” peringati ke-48 tahun.

 

Kebumen Jawa tengah – (SIN) – perkumpulan padepokan pencak silat Setio Budhi Ke-48 tahun.

Hadir pada acara tersebut, kepala desa karang Rejo, tokoh agama, dan tokoh masyarakat di lingkungannya, belio bpk H. Rajimin selaku ketua umum ppps Setio Budhi, Agus triswanto, Dwi Yanirusilowati, ahli waris putra/putri guru besar mendiang Mbah Soewarto ws, Tomas/toga dan kepala desa setempat.

Acara kegiatan, bertempat di lapangan SDN3 Karangrejo, kec Petanahan waktu mulai pukul sekira 08.00 – selesai, petanahan tgl, 12/3/2023.

Setelah acara selesai sekira pukul 13.30, di lokasi yang sama belio ketua umum ppps “Setio budhi” pada saat di hubungi media suara investigasi news menyampaikan : saya sebagai ketua umum Padepokan pencak silat “Setio Budhi”, pada hari ini adalah memperingati hari ulang tahun yang ke-48, tepatnya tanggal 11 Maret 2023 yang harusnya hari kemarin tapi, kita mencari hari libur juga anak anak libur dan bisa di laksanakan hari minggu ini tanggal 12 maret 2023, hadir.

pada hari ini sekitar 500 an siswa/siswi ditambah para pelatih dan pengurus. Alhamdulillah sampai dengan hari ini Padepokan pencak silat “Setio Budhi” sudah diakui oleh Departemen kementrian hukum dan HAM, sehingga kami berusaha ke depan akan mengembangkan ke seluruh pelosok Indonesia.

Kebumen secara menyeluruh sudah ada di setiap Kecamatan.

ke depan kita akan merambah wilayah-wilayah lain, karena dari alumni-alumni kita, sudah ada di seluruh Indonesia.

saat ini seperti Sumatera Utara, Jabodetabek secara menyeluruh sudah ada : jelasnya.

sampai dengan hari ini Alhamdulillah saya masih aktif di Polsek prembun sebagai kepala unit satuan binmas Polsek prembun, dan 2 tahun lagi sudah pensiun. harapan dari kami para pengurus tentunya bersama beliau putra dari guru besar kita, yang lebih utama adalah, untuk membina generasi muda ke depan, akan menjadi orang-orang yang lebih baik dari hari-hari sekarang. Sehingga khusus untuk mereka-mereka yang minat dan bakat, berkaitan dengan keaktifan, insyaallah kita akan menyalurkan ke arah sana.

yang lebih penting adalah pembinaan terhadap anak-anak muda, agar lebih berkarakter, lebih penting lagi adalah melestarikan budaya bangsa. Karena pencak silat ini lama-lama kok kelihatannya tergerus dari budaya-budaya asing, sehingga kita berharap, kita punya karakter dan bisa membumikan budaya kita sendiri, khususnya pencak silat : tambahnya.

Nur Edi setiono,Spd.selaku ketua panitia kegiatan Hari ulang tahun ini mengambil tema integritas, profesional, inovasi, tema hari ini untuk merubah sumber daya manusia, karena kalau kita tidak mau mengikuti pergerakan, perkembangan silat, nanti akan ketinggalan dari taktik teknik dan lain lain sesuai aturan. 15 ranting yang bisa hadir, namun ada beberapa ranting yang tidak bisa hadir karena adanya kesibukan, baik dari pelatih itu sendiri, juga siswa dan siswi ada yang study tour.

14 ranting hadir hari ini jumlah siswa/siswi terdaftar 431, anak didik, namun ada beberapa siswa yang belum terdaftar, karena darurat (dadakan) datang.

untuk pelatih ada 94 dewan, alumni 130 yang tidak pakai seragam.

Beberapa pensmpila dan atraksi :

– penyematan sabuk merah oleh ketua umum.

– pementasan dan jurus seni tunggal, oleh ranting sambal dan kebumen kota

– pementasan jurus tarung tongkat oleh sabuk merah atau pembina muda.

– pementasan jurus banting oleh sabuk merah pelatih/ PM sabuk merah pelatih kord pardi

– pecah benda keras, kord Pardi.

unsur-unsur yang kami undang, muspika , kepala desa, Polsek, babinsa juga hadir, unsur dari tokoh-tokoh agama dan masyarakat setempat juga hadir.

saya sebagai panitia dengan adanya momen kegiatan seperti ini, kita wujudkan bersama dengan semboyan : ayo bekerja ! mewujudkan meningkatkan sumber daya manusia ke arah yang integritas, loyalitas, profesional, mau bergerak secara inovasi untuk mengembangkan Pembina melatih dan berlatih, dalam pencak silat, ini mayoritas dari berbagai kecamatan.

hari ini Insya Allah ada 14 ranting yang daftar namun ada Beberapa ranting belum terdaftar mksudnya datang tapi belum laporan.

kedepanya penanganan dalam berlatih pola kerja yang intregritas kepada Padepokan, penanganannya harus profesional, mau bergerak menjadi perubahan inovasi sesuai dengan perkembangan jaman : terangnya. Edi.

 

Pewarta : (tur hartoto)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *