Karawang–Jabar – (SIN) – Tradisi tahunan Hajat Bumi kembali digelar dengan penuh kemeriahan di Desa Kertasari, Kecamatan Pangkalan, Kabupaten Karawang, Provinsi Jawa Barat, Rabu (23/4–2025).
Hajat Bumi ini mengusung tema “Cintai dan Lestarikan Budaya Lokal”, acara ini menjadi wujud nyata rasa syukur masyarakat atas hasil panen serta sebagai sarana mempererat tali silaturahmi antar warga.
Sejak pagi, suasana Desa Kertasari telah dipenuhi semangat gotong royong dan keceriaan. Pukul 09.00 WIB, kegiatan dimulai dengan Arak–Arakan Dongdang yang melibatkan partisipasi dari empat dusun: Dusun 1 Kerajaan, Dusun 2 Hegarmana, Dusun 3 Cintajaya, dan Dusun 4 Kertamukti.
Masing–masing dusun menampilkan dongdang usungan khas Sunda yang dihias indah dengan hasil bumi seperti buah–buahan, sayuran, hingga ornamen kesenian tradisional.

Tak hanya menjadi suatu pemandangan yang menarik, dongdang–dongdang tersebut juga dinilai oleh dewan juri dari perwakilan kecamatan, menambah semangat kreativitas warga dalam menampilkan karya terbaik.
Memasuki siang hari, pukul 13.00 WIB, rangkaian acara dilanjutkan dengan Pengajian Akbar. Acara ini diisi dengan doa bersama dan lantunan ayat suci Al–Qur’an sebagai bentuk ungkapan syukur atas berkah dan keselamatan yang diberikan Tuhan kepada seluruh masyarakat desa. Pengajian ini juga menjadi momen yang sarat nilai spiritual dan kekhusyuan.
Kemeriahan berlanjut hingga malam hari, tepat pukul 19.00 WIB dengan digelarnya Pagelaran Seni Topeng yang menampilkan berbagai pertunjukan budaya lokal. Mulai dari tarian tradisional, musik daerah, hingga penampilan seni topeng khas Karawang yang memukau. Seluruh lapisan masyarakat tampak antusias menikmati sajian hiburan yang penuh nilai seni dan budaya ini.
Ketua pelaksana kegiatan, Wawan Sutiawan menuturkan bahwa Hajat Bumi bukan sekadar rutinitas tahunan, melainkan perayaan penuh makna yang mengangkat nilai kebersamaan, gotong royong, dan pelestarian budaya lokal.
“Hajat Bumi adalah momentum penting untuk memperkuat kebersamaan warga serta mendorong potensi lokal, terutama dalam sektor pertanian, perkebunan, dan pengembangan UMKM yang menjadi tulang punggung ekonomi desa,” ujar Wawan.
Ia juga berharap, kegiatan ini bisa menjadi inspirasi bagi desa–desa lain untuk terus melestarikan kearifan lokal serta menggali potensi masyarakat melalui tradisi yang telah turun–temurun diwariskan.
Perayaan Hajat Bumi Desa Kertasari tahun ini menjadi bukti bahwa kekayaan tradisi dan semangat gotong royong masih terjaga dan hidup dengan baik di tengah masyarakat. Semangat tersebut menjadi modal sosial penting dalam membangun desa yang mandiri, berbudaya, dan berdaya saing.
Kabiro(SIN)Karawang–Jabar
(T.S)






Hello there, I discovered yoour webaite by way oof Google whilst
lkoking foor a related matter, your website got heree up, it appears good.
I’ve bookmarked it inn myy goigle bookmarks.
Hello there, simply was aware of your weblog via Google,
and found that itt is truoy informative. I’m gonna wagch ouut for brussels.
I wll be graateful iif yyou proceed this inn future.
Lots off folks can bbe benefited fromm your writing.
Cheers!