Solok – (SIN) – Keresahan masyarakat di sejumlah nagari di Kabupaten Solok terhadap pinjaman kelompok program Mekar kian menguat. Di tengah berbagai keluhan warga yang menilai skema pinjaman tersebut semakin memberatkan, sejumlah pemerintahan nagari justru tengah berupaya mencari solusi agar masyarakat tidak semakin terjerat dalam lingkaran utang berkepanjangan.
Program pembiayaan ultra mikro PNM Mekar yang dijalankan oleh PT Permodalan Nasional Madani menggunakan sistem tanggung renteng, di mana seluruh anggota kelompok memiliki kewajiban bersama terhadap pembayaran pinjaman. Dalam skema ini, apabila satu anggota tidak mampu membayar cicilan, maka anggota lain dalam kelompok harus menanggung kekurangan tersebut.
Di berbagai nagari di Kabupaten Solok, pola tersebut mulai memicu persoalan baru. Selain tekanan ekonomi bagi masyarakat kecil, sistem tanggung renteng juga disebut-sebut memicu keributan antar anggota kelompok pinjaman ketika salah satu anggota tidak mampu memenuhi kewajibannya.

Melihat kondisi ini, sejumlah pemerintahan nagari mulai berupaya mencari jalan keluar agar masyarakat tidak semakin terjebak dalam jeratan pinjaman kelompok yang berpotensi memicu konflik sosial di tengah masyarakat.
Namun di saat nagari berusaha mencari solusi, langkah yang diambil oleh Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Solok justru memunculkan tanda tanya publik. Pasalnya, dinas tersebut diketahui menjalin kerja sama dengan program Mekar yang dijalankan oleh PT Permodalan Nasional Madani.
Sorotan kini tertuju kepada Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Solok, Radiatul Hayat, SH, MH, yang hingga kini belum memberikan penjelasan kepada publik terkait posisi dan sikap dinas terhadap polemik yang berkembang di tengah masyarakat tersebut.
Tim Suara Investigasi News.com telah mencoba melakukan konfirmasi kepada Radiatul Hayat, SH, MH melalui sambungan telepon guna meminta klarifikasi terkait kerja sama antara dinas yang dipimpinnya dengan program Mekar di Kabupaten Solok. Namun panggilan yang dilakukan oleh tim redaksi tidak diangkat.
Upaya konfirmasi juga dilakukan melalui pesan WhatsApp, namun hingga berita ini diterbitkan pesan yang dikirim oleh tim redaksi belum mendapatkan tanggapan dari yang bersangkutan.
Tidak hanya itu, tim Suara Investigasi News.com juga mendatangi langsung kantor Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Solok untuk melakukan konfirmasi secara langsung. Namun berdasarkan keterangan pegawai di kantor tersebut, Radiatul Hayat, SH, MH sedang tidak berada di tempat.
Sikap bungkam tersebut justru semakin menimbulkan pertanyaan di tengah publik. Sebab di saat masyarakat mulai merasakan dampak sosial dari pola pinjaman kelompok, pejabat yang memiliki kewenangan dalam pembinaan koperasi dan usaha masyarakat dinilai seharusnya hadir memberikan penjelasan secara terbuka kepada publik.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Solok maupun pihak PT Permodalan Nasional Madani belum memberikan keterangan resmi terkait polemik program Mekar di Kabupaten Solok.
Suara Investigasi News.com akan terus menelusuri fakta-fakta di lapangan terkait dampak sosial program Mekar serta bentuk kerja sama yang terjalin dengan pemerintah daerah. Jika pihak terkait memberikan klarifikasi, redaksi akan memuatnya sebagai bagian dari hak jawab.
(LJ)







Backbiome is an advanced daily wellness supplement formulated to help support spinal comfort, reduce feelings of built-up tension, and promote freer, smoother movement throughout backbiome everyday life.