Pengetap BBM Dominasi SPBU Pengelola Se-Luwu Utara Dipanggil Kasat Reskrim Masyarakat Tunggu Berapa Lama Bertahan

LUWU UTARA, SULSEL – (SIN) – Pasca adanya temuan masyarakat terkait adanya usaha penimbunan BBM jenis Solar Bersubsidi secara ilegal dan pernah heboh disoroti Masyarakat di Kabupaten Luwu Utara, Sulsel sekitar Agustus 2023 hingga saat ini masyarakat masih menunggu keseriusan dari Aparat Penegak Hukum setempat untuk mengurai kegiatan Illegal ini.

Menanggapi Fenomena tersebut,
Kepala Satuan Reserse dan Kriminal (Kasat Reskrim) Polres Luwu Utara AKP Joddi Titalepta akan menertibkan pengelola SPBU dan pelansir Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Solar.

Dikutip dari media www.indeksmedia.id hal tersebut ditegaskan AKP Joddi saat dikonfirmasi wartawan.

“Atas perintah Kapolres Luwu Utara, apabila masih ada pengelola SPBU yang main-main agar ditindak tegas. Termasuk pelansir solar,” tegas joddi, Senin (9/10/23).

Selain itu, pada Selasa (10/10/23) ia juga akan memanggil seluruh pengelola SPBU se-Luwu Utara ke Polres.

“Besok semua pengelolah SPBU akan kita panggil ke polres, kita beri penegasan kepemilikan SPBU agar tidak melayani jerigen,” ucap AKP Joddi.

Kasat Reskrim juga tidak segan-segan akan menutup SPBU yang terbukti melayani pelansir Solar.

“Kalau masih ada SPBU yang melayani pelansir solar dan itu terbukti, akan saya tutup SPBUnya,” tegas AKP Joddi.

Bukan tanpa alasan para pengetap Solar Bersubsidi di Kabupaten Luwu Utara saat ini terlihat tidak sungkan-sungkan mengisi jerigen berukuran besar di SPBU walau antrian panjang kendaraan roda empat yang lagi menunggu giliran pengisian. Hal ini ditengarai akibat longgarnya pengawasan aparat terkait setempat.

Selain itu aktivitas pengetap di Kabupaten Luwu Utara sudah sangat meresahkan masyarakat karena para Pengetap BBM Solar sudah membuat macet jalanan disebabkan kendaraan mereka antri hingga ratusan meter panjangnya. Para Pengetap Solar Bersubsidi ini tak pernah sepi serta kejadian serupa terus berulang setiap ada Soal yang datang. Suasana ini dikhawatirkan masyarakat setempat hingga adanya dugaan mafia penimbunan BBM khususnya Solar yang jelas berdampak kepada aktivitas masyarakat.

Menggapai ketegasan Kasat Reskrim, masyarakat berharap jangan hanya pengisian Jerigen yang ditindak tapi malah membiarkan Pelangsir yang menggunakan kendaraan dengan Tangki yang sudah dimodifikasi. Seperti yang selama ini terpantau disejumlah SPBU di Luwu Utara Khususnya di SPBU Baliase di Masamba yang secara terang-terangan mendominasi antrian dan pengisian dilakukan secara berulang-ulang. Ini karena Operator di SPBU disinyalir ada kerja sama dengan para Pelangsir tersebut.

Kepada Aparat terkait, masyarakat berharap keseriusan dalam pengawasan penyaluran BBM Solar Bersubsidi karena aktivitas para pengetap tak pernah merasa kapok.

Terkait hal ini beragam tanggapan masyarakat mewarnai rencana penertiban aktivitas pengetap Solar oleh Jajaran Polres Luwu Utara.

“Karena yang saya lihat di semua SPBU di Masamba didominasi oleh para pelangsir solar dan itu dilakukan secara terang-terangan” ucap Rinto, Warga Bone-Bone.

“Amin mudah-mudahan terlaksana betul ini” kata Mas Kholik warga setempat.

“Seharusnya pelangsir yang harus ditindak bukan hanya pengelola SPBU” pungkas Mas Kholil. (Mulyadi)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *