Kepulauan Tanimbar – (SIN) – Setelah melalui rangkaian panjang perencanaan, Proyek Strategis Nasional (PSN) Lapangan Abadi Masela mulai memasuki tahapan pembangunan infrastruktur pendukung.
Pemerintah Kabupaten Kepulauan Tanimbar bersama INPEX Masela Ltd dan Konsorsium PENK memulai langkah tersebut melalui sosialisasi rencana pembangunan pagar di wilayah Desa Lermatang.
Sosialisasi berlangsung di Ruang Rapat Bupati Kepulauan Tanimbar, Kamis (30/7/2026). Pertemuan dipimpin Wakil Bupati Kepulauan Tanimbar, dr. Juliana Ch. Ratuanak, MKM, didampingi Ketua DPRD Richie Laurens Anggito dan Sekretaris Daerah Brampi Moriolkossu.
Agenda ini mempertemukan unsur pemerintah daerah, DPRD, Forkopimda, pelaksana proyek, serta pihak perusahaan. Hadir pula Wakil Ketua DPRD Yorim Resa Fordatkosu dan Apolonia Laratmase. Dari pihak INPEX Masela Ltd hadir Vice President Supply Chain Management & Support, Rudi Imran, bersama jajaran, sedangkan Konsorsium PENK diwakili PT Petrosea Tbk, PT Enviromate Technology International, dan PT Nindya Karya (Persero).
Pembangunan pagar yang disosialisasikan bukan sekadar pekerjaan fisik. Infrastruktur tersebut menjadi bagian dari persiapan kawasan operasional Lapangan Abadi yang dirancang untuk menjamin keamanan aset dan mendukung kelancaran aktivitas proyek pada tahap konstruksi maupun operasional.
Wakil Bupati Kepulauan Tanimbar, dr. Juliana Ch. Ratuanak, MKM, mengatakan tahapan sosialisasi ini menjadi penanda bahwa Proyek Strategis Nasional Lapangan Abadi Masela mulai bergerak menuju fase pembangunan yang lebih nyata.
“Bagi Pemerintah Kabupaten Kepulauan Tanimbar, tahapan ini menandai mulai bergeraknya proyek energi yang telah bertahun-tahun dinantikan masyarakat. Karena itu, komunikasi sejak awal dengan seluruh pemangku kepentingan sangat penting agar setiap tahapan pembangunan dapat dipahami bersama, meminimalkan potensi persoalan di lapangan, serta memastikan proyek ini berjalan dengan aman, tertib, dan memberikan manfaat bagi masyarakat Tanimbar,” ujar Juliana.
Dalam pertemuan tersebut, pemerintah daerah dan pihak perusahaan juga menekankan pentingnya membangun sinergi antara pemerintah, aparat keamanan, legislatif, pelaksana proyek, serta masyarakat. Dukungan semua pihak dinilai menjadi prasyarat agar pembangunan dapat berlangsung aman, tertib, dan sesuai jadwal.
Proyek Lapangan Abadi Masela merupakan salah satu proyek migas strategis nasional yang diproyeksikan menjadi penggerak ekonomi di kawasan timur Indonesia. Bagi Kepulauan Tanimbar, proyek ini diharapkan tidak hanya menghadirkan investasi berskala besar, tetapi juga membuka kesempatan kerja, menggerakkan usaha lokal, dan mempercepat pembangunan daerah.
Dengan dimulainya sosialisasi pembangunan infrastruktur pendukung di Desa Lermatang, tahapan pengembangan Lapangan Abadi memasuki fase yang lebih konkret.
Tantangan berikutnya adalah memastikan setiap proses berjalan transparan, melibatkan masyarakat, serta memberikan manfaat yang dapat dirasakan oleh warga Tanimbar.
(DP)






