Tim P2TL PLN Nias Terbentur Lakukan Pengecekan Ke Pelanggan Milik D.C.N B di Desa We’a – We’a, Diduga Ada Kejanggalan Pemakaian Arus

Nias Sumut – (SIN) – Bertepatan suasana hujan oleh kedua awak media berteduh sebentar disalah satu halaman warga yang ada di desa We’a – We’a menunggu redanya hujan, dan kebetulan rame-rame yang berseragam PLN dan juga pihaknya personil Polisi Polres Nias dan Polsek Gido, Kamis (5/6/2025).

Setelah itu awak media langsung konfirmasi pers kepada koordinator P2TL, Suitanto Erikson Putra Siahaan dikatakannya bahwa pihaknya telah melakukan pemeriksaan kemarin dirumah pelanggan, ternyata suami pemilik rumah sedang tidak berada dilokasi, dan semalam itu tidak jadi lakukan pengecekan terbentur tak dapat izin.

Dan pihak pemilik rumah (pelanggan) diizinkan hanya lantai satu dan lantai duanya tidak diizinkan untuk akses masuk ke plafon,”ucap Koordinator P2TL Suitanto Erikson Putra Siahaan.

Dikatakannya lagi bahwa merasa dibohongi karena pihak pelanggan menginformasikan bahwasanya kamar sudah terkunci penghuninya sudah menang CPNS tidak berada di rumah terbawa kuncinya,

ternyata terekam kamera kami melihat keluar dari kamar, dan kami minta izin lagi untuk lakukan pengecekan juga tidak di izinkan katanya privasi,”ungkap Suitanto Erikson Putra Siahaan.

Pihaknya P2TL melihat saluran kabel banyak tertanam di plafon itu kendalanya dalam pengecekan, dan kami minta izin lagi melakukan pemeriksaan juga tidak di izinkan katanya terjadi pengrusakan, dan pihaknya pelanggan besok saja katanya diperiksa, makanya hari ini kami lakukan pengecekan karena alasan ada suaminya dan itupun hanya dua orang diperbolehkan petugas untuk melakukan pemeriksaan.

Pihaknya P2TL dalam pemeriksaan kemarin melihat ada kejanggalan, dan setelah kami tanya kepada pelanggan katanya belanja pulsanya ada satu juta rupiah perbulannya, namun setelah kami lakukan pengecekan secara sistem rata-rata hanya 100 ribu dan 150 ribu perbulannya, dan patut kita curigai dengan rumah sebesar ini dan ternyata tercatat di KWH meter dayanya cuma 900 wat hal ini tidak mungkin sementara banyak peralatan elektroniknya.

Indikasi kejanggalan pastinya ada namun belum kita pastikan karena pengecekannya masih dilakukan, bila tidak ada kejanggalan maka kita normalkan kembali,

dan seandainya ada indikasi kejanggalan pastinya akan diberikan surat panggilan dan melakukan pemutusan sebagai sanksi dari PLN,”ujar koordinator P2TL mengakhiri.

(ArG).

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *