Wabup Solok Dorong Investasi Hijau Bersama Delegasi Korea

Solok – (SIN) – Wakil Bupati Solok H. Candra, S.H.I. mendorong Pemerintah Kabupaten Solok memanfaatkan peluang kerja sama dengan Republik Korea untuk membuka akses investasi, teknologi, dan pengetahuan dalam pengelolaan lingkungan berkelanjutan.

Hal itu disampaikan H. Candra saat mewakili Bupati Solok Jon Firman Pandu, S.H. dalam Audiensi dan Focus Group Discussion (FGD) Pemerintah Provinsi Sumatera Barat bersama Delegasi Republik Korea di Istana Gubernur Sumatera Barat, Padang, Selasa (11/8/2026).

Pertemuan tersebut merupakan tindak lanjut penjajakan kerja sama dan rencana investasi Republik Korea yang sebelumnya dibahas pada 4 Agustus 2026. FGD difokuskan pada identifikasi potensi proyek dan peluang investasi yang dapat dikembangkan di Sumatera Barat, termasuk Kabupaten Solok.

H. Candra menilai kerja sama tersebut menjadi momentum penting untuk mencari solusi terhadap berbagai persoalan lingkungan sekaligus menciptakan peluang ekonomi baru.

“Kita harus mulai melihat persoalan lingkungan bukan hanya sebagai beban pemerintah, tetapi juga sebagai ruang untuk menghadirkan inovasi. Kalau tersedia teknologi, investasi, dan pola kerja sama yang mampu menyelesaikan persoalan sekaligus memberikan nilai tambah ekonomi, tentu peluang seperti ini harus kita pelajari secara serius,” ujar H. Candra.

Sejumlah sektor strategis menjadi pembahasan, di antaranya pengelolaan sampah, ekonomi sirkular, energi terbarukan, pengurangan emisi gas rumah kaca, pemanfaatan gas metana dari Tempat Pemrosesan Akhir (TPA), kredit karbon, hingga peluang pasar karbon internasional.

Menurutnya, konsep ekonomi sirkular dapat menjadi salah satu solusi dalam mengubah paradigma pengelolaan sampah. Sampah tidak semata-mata dibuang, tetapi dapat diolah menjadi energi, bahan baku maupun produk yang memiliki nilai ekonomi.

“Kita ingin belajar bagaimana daerah lain dan negara yang teknologinya lebih maju mengelola persoalan ini. Bukan sekadar mengangkut dan membuang sampah, tetapi bagaimana sampah bisa dikelola lebih produktif, bahkan jika memungkinkan menjadi sumber energi dan aktivitas ekonomi baru,” katanya.

H. Candra juga menegaskan bahwa investasi yang masuk ke daerah harus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Aspek kelayakan ekonomi, lingkungan dan sosial harus menjadi pertimbangan sebelum sebuah proyek dikembangkan.

“Investasi harus memberikan nilai tambah. Kita harus melihat kelayakannya, dampak lingkungannya, dan manfaat jangka panjangnya. Jangan sampai daerah hanya menjadi lokasi investasi, sementara masyarakat tidak mendapatkan manfaat yang sepadan,” tegasnya.

Ia menyebut Kabupaten Solok memiliki sejumlah potensi yang dapat dikembangkan melalui pendekatan pembangunan hijau, termasuk sektor pertanian, kawasan hutan, sumber daya alam dan pengelolaan lingkungan.

Namun, seluruh potensi tersebut harus terlebih dahulu dipetakan secara matang agar investasi yang ditawarkan benar-benar sesuai dengan kebutuhan daerah dan memberikan dampak positif bagi masyarakat.

H. Candra menekankan, pertemuan bersama delegasi Korea tersebut masih berada pada tahap penjajakan dan identifikasi potensi. Karena itu, belum dapat dimaknai sebagai kepastian masuknya investasi Korea ke Kabupaten Solok.

“Setelah FGD, pekerjaan kita adalah melihat apa yang benar-benar bisa dikembangkan di Kabupaten Solok. Potensinya harus dipetakan, kebutuhan daerah disiapkan, dan kelayakannya dikaji. Kalau ada peluang yang realistis dan memberikan manfaat besar kepada masyarakat, tentu harus kita kawal sampai pada tindak lanjut yang konkret,” ujarnya.

Pemerintah Provinsi Sumatera Barat dalam kegiatan tersebut juga melibatkan perangkat daerah terkait, termasuk Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu serta Dinas Lingkungan Hidup.

Bagi Kabupaten Solok, penjajakan kerja sama tersebut diharapkan menjadi pintu masuk bagi pengembangan investasi hijau, transfer teknologi dan peningkatan kapasitas sumber daya manusia.

Pengelolaan sampah, energi terbarukan, ekonomi sirkular dan pasar karbon dinilai bukan lagi sekadar isu masa depan, tetapi bagian dari agenda pembangunan yang perlu dipersiapkan sejak sekarang.

H. Candra berharap peluang kerja sama tersebut dapat ditindaklanjuti secara terukur sehingga mampu menghadirkan investasi yang tidak hanya menguntungkan secara ekonomi, tetapi juga menjaga lingkungan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Solok.

(LJ)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *