Wow…, Megahnya Balai Pertemuan Desa Sihare’o Sogaeadu

 

Nias Sumut – (SIN) – Balai Pertemuan Desa Sihare’o Sogaeadu dibangun dari Dana Desa pada APBDes tahun 2019, 2020, dan 2021 dengan anggaran kurang lebih sebesar Rp. 1,2 miliar, Jum’at (05/08/2022).

Kepala desa Sihare’o Sogaeadu Dermawan Waruwu, SE dalam keterangan temu pernya mengatakan bahwa ; terkait pembangunan gedung pelatihan ini kenapa bisa tercapai sebagaimana apa yang direncanakan dari awal, dan tentunya juga wajib dirancang semaksimal mungkin dalam perencanaan, tentunya harus menjadi suatu kewajiban bagaimana dan tujuannya apa pembangunan itu, sehingga dengan ada kata sepakat dengan masyarakat ketika itu saya mencetuskan sebuah perencanaan pembangunan ini,”ujar Kades Sihare’o Sogaeadu.

Lanjutnya, semua desa itu dapat melaksanakan pembangunan, tetapi manfaat dan tujuan tertentu mungkin hanya satu dikhususkan sedangkan merancang pembangunan di tempat ini adalah secara fleksibel, kenapa saya bilang secara fleksibel artinya dapat dimanfaatkan dari berbagai momen baik itu dari sisi pemerintah, pendidikan, agama dan ada dapat dipakai. Tentu, harus ada perencanaan yang betul-betul matang jadi sehingga terwujudlah pembangunan ini.

Selain itu juga, saya sebagai kepala desa dilantik 2021 tentunya saya punya keinginan sendiri bawa ketika melaksanakan pembangunan khususnya di gedung ini bagaimana caranya supaya bukan hanya sebatas gedung tetapi ada suatu ciri khas tersendiri untuk desa Sihare’o Sogaeadu tentunya.

Dengan adanya keinginan itu, maka dengan sendirinya lahir perencanaan seperti ini perlu saya beritahu bahwa pembangunan ini artinya membutuhkan anggaran kurang lebih 1,2 miliar yang terbagi selama 3 tahap yang mana tahap pertama 2019, tahap kedua 2020, dan tahap ketiga 2021 sampai selesai. Dari perencanaan awal ini harus menata rapi di mana ruang kerjanya, di mana aulanya, dan juga di mana jendelanya harus dari awal kita sudah rancang sehingga ketika melaksanakan walaupun ada tiga tahap tetapi tidak ada perubahan sebagaimana yang dirancang dari awal, ketika perencanaan tidak matang maka perubahan itu akan terjadi dan akan berubah. Dengan perencanaan dari awal tentunya juga hal ini kita berkonsultasi kepada orang memiliki keahlian bidang pembangunan dan di berbagai masukan dan saran akhirnya kita rampungkan menjadi suatu perencanaan dicetuskan walaupun dibutuhkan selama tiga tahun.

Balai pertemuan ini di desa Sihare’o Sogaeadu walaupun berada di pedesaan namun tidak salah juga kita ingin berkompetisi di tingkat kota.

Mendesain bangunan ini tentunya memiliki arti dan makna seperti ada ada empat tiang, itu adalah simbol empat pilar kebangsaan yaitu ; pilar tiang pertama adalah Pancasila, pilar tiang kedua adalah NKRI, pilar ketiga adalah Bhinneka Tunggal Ika, dan Undang-Undang 45. Dan demikian juga pada sudut pandang adat istiadat di desa Sihare’o Sogaeadu karena ada empat sisila keturunan warga masyarakat desa Sihare’o Sogaeadu,”papar Kades Sihare’o Sogaeadu.

Dan saya akan buat patung Jokowi yang diukir dari candi di Jogja, kenapa saya ada rencana membuat patung Jokowi di Balai Pertemuan ini, kenapa tidak gubernur karena Presiden Jokowi yang mencetuskan Dana Desa ini. Dan juga alat tradisional Nias seperti gendang, gong, dan jenis -jenis alat tradisional lainnya akan rencanakan ada di gedung Balai Pertemuan Desa Sihare’o Sogaeadu.

 

(Penulis ArG)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

1 Komentar