Pupuk Kujang Resmikan Taman Ekologis Terpadu di Perumahan Pagadungan  

Karawang – Jawa Barat – (SIN) – Pupuk Kujang Cikampek resmi membuka taman ekologis terpadu di Perumahan Pagadungan, Kecamatan Purwasari, Kabupaten Karawang, melalui program Kembangkan Eco Edukasi untuk Pagadungan Berseri (KASTURI). Peresmian ini dihadiri oleh seluruh perwakilan entitas PT Pupuk Indonesia (Persero), termasuk jajaran direksi PIHC group yang turut serta menanam pohon di taman tersebut,Minggu (9/6–2024).

Taman seluas 1 hektare ini dirancang sebagai ruang publik serbaguna yang menawarkan berbagai manfaat bagi masyarakat. Dilengkapi dengan taman hidroponik, fasilitas olahraga seperti sepeda statis, area permainan anak, dan lapangan tenis, taman ini menawarkan lingkungan yang hijau dan sehat.

Selain itu, taman eco edukasi ini juga menyediakan kolam ikan, pembangkit listrik tenaga surya, serta Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) dan berbagai tempat kuliner. Menurut Kasmadi, VP K3LH Pupuk Kujang, taman ini juga dilengkapi dengan berbagai perangkat untuk menangani sampah dan limbah rumah tangga menjadi produk bermanfaat. Beberapa di antaranya adalah mesin komposter, smart composter dari drum bekas, metode ember tumpuk, lubang biopori, dan bata terawang.

“Masyarakat diajak dan diberi pelatihan mengolah sampah rumah tangga menggunakan alat-alat sederhana ini. Hasilnya bisa berupa pupuk organik, obat luka bakar, obat gatal, pengharum ruangan, classic enzim, bahkan hand sanitizer,” ujar Kasmadi.

Hendro Wibowo, pakar pengelolaan sampah organik, menyatakan bahwa taman ekologi terpadu ini memiliki fasilitas dan infrastruktur yang lengkap, sebuah keunggulan yang jarang ditemukan di lingkungan pemukiman.

“Secara infrastruktur sudah cukup, tinggal bagaimana partisipasi masyarakat dalam memanfaatkan fasilitas yang ada. Sayang jika fasilitas lengkap ini tidak dimanfaatkan secara maksimal,” kata Hendro.

Ia juga menambahkan bahwa dengan fasilitas pengelolaan sampah yang lengkap, Perumahan Pagadungan berpotensi menjadi pilot project penanganan sampah organik berbasis lingkungan. Dengan demikian, diharapkan warga dapat memanfaatkan limbah dan sampah rumah tangga menjadi produk bermanfaat dan mengurangi volume sampah yang dihasilkan.

“Diharapkan warga Perumahan Pagadungan tidak lagi mengeluarkan sampah yang tidak bermanfaat dari rumahnya. Jika hal ini diikuti oleh banyak warga Karawang, volume sampah dan beban sampah daerah bisa berkurang secara signifikan,” tutup Hendro.

Kabiro (SIN) Karawang–Jabar

— T.S —

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

2 Komentar