Lampung Tengah – (SIN) – Beredarnya berita dugaan seluruh kios di kecamatan seputih agung menjual pupuk subsidi di atas harga HET, beberapa masyarakat yang ada di kecamatan seputih agung meminta kementerian pertanian dan dinas terkait untuk segera menutup kios tersebut, karna ini sudah merugikan masyarakat kecil khususnya para petani.
Saat di konfirmasi awak media salah satu masyarakat yang tidak mau di sebutkan nama nya mengatakan, “Saya selaku masyarakat simpang agung, kecamatan seputih agung meminta bapak menteri pertanian Andi Amran Sulaiman dan dinas pertanian kabupaten Lampung Tengah untuk segera menutup kios yang mempermainkan harga HET pupuk, kasian mas kami para petani sudah harga hasil pertanian murah di tambah lagi harga pupuk yang mahal, tolong di bantu kami petani mas kios kios disini memang menjual pupuk di atas harga yang di tetapkan pemerintah”
Harga pupuk subsidi di Indonesia per April 2026 telah diturunkan sebesar 20% oleh pemerintah, dengan Harga Eceran Tertinggi (HET) terbaru: Urea Rp1.800/kg (Rp90.000/sak), NPK Rp1.840/kg (Rp92.000/sak), dan Organik Rp640/kg. Kebijakan ini berlaku resmi untuk mengurangi beban petani.
Menurut berita yang beredar seluruh kios yang ada di kecamatan seputih agung menjual pupuk subsidi Rp 120.000.00 sampai Rp 135.000.00 per Sak, ini menjadi persoalan bagi pemerintah dan pupuk indonesia untuk segera menindaklanjuti dugaan tersebut.
Kami awak media akan mendampingi beberapa masyarakat di kecamatan seputih agung untuk membuat pengaduan di layanan pengaduan pelanggan pupuk indonesia dan dinas terkait, harapan nya agar kios kios yang bermain harga HET agar segera di tutup.
(Tim)





