DIBAWA PULANG DARI RS BAYI 10 BULAN KARENA TIDAK ADA BIAYA OPERASI

Tulang Bawang Barat – (SIN) –

Sungguh miris lantaran tidak ada biaya untuk berobat Bayi 10 bulan korban luka bakar di sekujur tubuh warga Tiyuh candra kencana RT-29-RK-06 kecamatan Tulang Bawang Tengah (TBT) kabupaten Tulang Bawang Barat (Tuba-ba) dibawa pulang ke rumah oleh orang tuanya dari rumah sakit menggala akibat tak ada biaya untuk operasi.

diketahui Bayi berusia 10 bulan tersebut bernama Muhamad Akmal Alfarisi anak dari pasangan Munadi dan Ani Lestia, mengalami musibah ketumpahan Air panas dirumahnya pada minggu (28/11/2021) butuh dana 20 juta untuk biaya operasi.

menurut orang tua korban, setelah

melihat anaknya ditumpahi air panas, kemudian dia bersama suaminya langsung membawa buah hatinya ke PONED Mulya Asri Tulang Bawang Tengah (TBT) untuk mendapatkan pertolongan medis

” setiba kami di PONED Mulya Asri namun petugas medis menyarankan kami untuk membawa anak kami ke RS Asifa Daya Asri Tumijajar

setelah dirawat di RS Asyifa selama 3 hari menghabiskan dana Rp. 2.600,Kemudian pihak RS Asyifa menyarankan agar anak kami di rujuk ke RSUD Menggala Tuba untuk melanjutkan operasi,”terang orang tua korban.

sesampainya kami di RSUD Menggala pada hari jumat (26/11/2021) kemarin anak kami di sarankan untuk dilakukan operasi mengingat luka bakar di sekujur tubuh anak kami cukup serius

” setelah pihak rumah sakit menjelaskan biaya untuk operasi anak kami menghabiskan dana sekitar Rp.15-20 Juta maka saya dan suami memutuskan anak kami untuk dibawa pulang kerumah kami tidak sanggup dengan biaya sebesar tersebut,”ujar orang tua korban.

Munadi,orang tua korban menceritakan bahwa keluarganya selama ini tidak terdaftar sebagai peserta BPJS,

“kami tidak ada kartu BPJS dan waktu itu saat saya di rumah sakit menggala pernah berkoordinasi dengan dinas sosial tuba-ba mas dwi untuk mengaktifkan secara langsung kartu BPJS namun tidak bisa. Tambahnya.

Bismillah Tolong bantuannya para dermawan dan teman-teman sekalian, Muhamad Akmal Alfarisi anak kami lagi butuh banyak biaya buat pengobatan dan kebutuhan sehari-hari Tidak tega liat bayi kami merasa sangat kesakitan sekali.

” jangankan untuk biaya operasi anak kami ,untuk biaya makan minum kami sehari-hari kami hanya mengandalkan upahan ngerumput dikebon orang

buat makan minum sehari-hari kami kerja harian di ladang orang lain pak, kami sangat mengharapkan perhatian dari pemkab Tuba-ba melalui dinas kesehatan untuk dapat memfasilitasi pengobatan anak kami, pungkasnya.

(Red)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *