Disinyalir Tidak Punya Nyali Disdik Metro, Panggil Salah Satu Kepsek SDN di Metro Barat.

 

Metro Lampung – (SIN) – Disinyalir tidak punya nyali Disdik panggil salah satu kepsek SDN di Metro Barat. Hingga disinyalir lemahnya pengawasan dari pihak Disdik Kota Metro, “Sebelumnya diberitakan, Kepala Sekolah SDN 6 Metro Barat Disinyalir Korupsi Dana BOS. Ada 2 komponen yang disinyalir tidak diyakini kebenarannya, komponen No 2 Perpustakaan dan Komponen No 8 Perawatan Sarana dan Prasarana Sekolah. Setelah diberitakan tim media berkoodinasi dengan pihak Disdik Kota Metro, pada hari, Selasa (6/12/2022).

“Dengan adanya pemberitaan, diharapkan Disdik Kota Metro bisa meninjau ulang realisasi penggunaan dana BOS dan memberikan teguran kepada, Kepala Sekolah SDN 6 Metro Barat. “Sebelumnya tim media menghubungi Kadis Pendidikan melalui pesan Whats App pada hari, Senin 5 Desember 2022 Assalamualaikum, pak kadis. izin saya mau koordinasi terkait SDN 6 Metro Barat dengan dinas pendidikan mohon petunjuk, besok pagi saya bisa bertemu siapa. “Saya Mau ketemu Kabid SD pak Suwandi. “Kadisdik Metro, Suwandi : Iya temui pak fezal, saya lagi bawa kontingen lmpg di porprov,” Balasan pesan WhatsApp ya.

Pada hari, Selasa 6 Desember 2022, tim media mendatangi Dinas Pendidikan, di terima Fezal selaku kasi kurikulum di ruang awla belakang Disdik. Menurut informasi data yang dapat dipercaya kebenarannya dan hasil investigasi melihat perpustakaan dan perawtan sarana prasarana sekolah. Dana BOS salur rekapitulasi pelaporan online, tahun 2022 di komponen No 2 Perpustakan sebagai berikut:

*Tahap 1 Rp 37.401.000

*Tahap 2 Rp 29.938.000

Dengan jumlah Rp 67.339.000.

Tim media menyampaikan kepada Fezal, hasil ketika konfirmasi kepada Kepsek SDN 6 Metro Barat inisial DK pada hari, Senin 28 Nopember 2022. Tentang komponen No 2 dan No 8 pada tahun 2022 yang massa jabatan selaku kepala sekolah dan kuasa pengguna anggaran sudah resmi dijabat DK. “Kami akan mempersiapkan dulu, kalau untuk buku kami beli pas paling tersisa untuk arsip 1, 2 buku saja. Namun sangat disayangkan buku yang di beli tahun ajaran 2022-2023 tidak bisa diperlihatkan kepada Wartawan media ini. Untuk buku sudah kita realisasikan,” ujar DK. Kita belikan sesuai kebutuhan.

Lebih lanjut tanggapan Fezal tentang komponen No 2 Perpustakaan. “Yang dipertanyakan tentang buku, kan pak untuk tahun ajaran 2022-2023. “Nanti akan saya pertanyakan dengan pak DK selaku kepala sekolah, dan akan saya fotokan nanti, saya kirim contoh bukunya,” kata Fezal. “Kalau terkait perpustakaan dan tentang sarpras, tadi contohnya perpustakaan ini rehab perpus apa, pembelian buku, kalau ini nati saya tagih.

Untuk isi sub kegiatan sarpras mereka itu apa, nanti kita liat dulu. Sementara kegiatan di tahun 2020 dan 2021 DK kepala sekolah akan kroscek dulu nanti kita akan kroscek karena bukan di jaman saya, sampai saat ini belum ada hasil kroscek yang disampaikan oleh DK selaku kepala sekolah kepada tim media. Ya, untuk perpustakaan dan sarpras nati kita kroscek pak,” ungkap Fezal.

Nanti paling saya panggil, nanti kita kroscek juga dalam hal ini. Kalau tidak dilaksanakan ini bahaya dia, bukan hanya bapak yang dibohongi. Dinas pendidikan juga ikut dibohongi kalau begitu. Nanti kesal-kesal kami turunkan BPK dan Kejaksaan kami minta temui aja sekalian.

Namun sangat disayangkan, sampai berita ini di terbitkan pihak Disdik Kota Metro, belum ada menyampaikan hasil dari kroscek di SDN 6 Metro Barat. Kepada tim media, disinyalir lemahnya pengawasan dari Dinas Pendidikan Kota Metro, dalam hal ini, sehingga Disdik tidak punya nyali panggil kepsek SDN 6 Metro Barat.

Apa tanggapan hasil Disdik kroscek, dan apa hasil Kepala Sekolah SDN 6 Metro Barat Kroscek di tahun 2020 dan 2021 untuk lebih jelasnya ikuti di pemberitaan selanjutnya.

 

(Red Tim)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *