Cianjur – Jawa Barat – (SIN) – Kondisi gedung di SMAN 1 Cibeber Kabupaten Cianjur sungguh memprihatinkan.
Fatsalnya, Sekolah yang berada di Jl Desa Mayak dan berstatus sebagai sekolah Favorit berjumlah Kurang lebih 1.200 Siswa itu ternyata jauh dari kata layak untuk kualitas bangunannya.
Di gedung utama yang difungksikan sebagai kelas terlihat rapuh.
Sebanyak 14 ruangan dinyatakan ambruk dan tidak bisa difungsikan sebagai kelas untuk kegiatan belajar mengajar (KBM) seperti biasa, karena khawatir siswa tertimpa atap bangunan yang sudah termakan usia dan ancur akibat labilnya tanah didaerah tersebut.
“Yang difungsikan sisa di lantai I dan lantai II,” bagian depan dan ada beberapa ruangan belakang itu masih dipakai (KBM) walaupun Kusen dan pintu sudah rusak dimakan rayap.”Ungkap Plt Kepala SMAN 1 Cibeber Melalui Luki. Selasa (12/12)2023)
Terlihat gedung pembelajaran mengalami retak di sejumlah bagian dan lantaipun belah akibat dampak getaran gempa taun lalu.”lanjut Luki
Ia mengungkapkan, bahwa pihak SMAN 1 Cibeber sudah mengajukan revitalisasi atau pembangunan gedung baru melalui Program DAK, “Jangankan tim ahli yang memeriksa kelayakan gedung, Realisasi dari Kemendikbud atau pemerintahan pun tidak ada dan tak kunjung datang. memang sudah tidak layak pakai. Jadi kita ajukan untuk pembangunan. Desainnya sudah ada, dan sudah rampung diajukan,” lanjutnya.
Hanya saja menurutnya hingga saat ini belum ada realisasi dan pihak Pemerintah
Bangunan SMAN 1 Cibeber dianggap berbahaya karena sudah tua dan sering bergoyang. Siswa Smancib diminta waspada.”Tegas Luki
Kami pihak sekolah maupun komite berharap dan menekankan bahwa betapa pentingnya keselamatan para siswa yang belajar di sekolah. Apalagi jika terjadi bencana alam yang tidak diduga-duga, bangunan ini diyakini langsung roboh.
“Jadi saya kasih masukan bagaimana untuk dicarikan tempat untuk anak-anak belajar yang layak, karena kita tidak pernah tahu kapan datangnya gempa. Kalau gempa sedikit saja, bisa terjadi hal-hal yang kita tidak inginkan,”Imbuhnya
Dari hasil penjelasan yang diterima oleh awak media, dari keseluruhan bangunan sekolah yang sudah berusia lebih dari empat puluh tahun tersebut, kurang lebih hanya 30 persen bangunan yang masih bisa digunakan.
Selebihnya dianggap rawan karena tidak pernah direnovasi.
Kami selaku pihak sekolah maupun komite meminta perhatian lebih dari pemerintah provinsi, terutama Dinas Pendidikan kabupaten cianjur terkait masalah ini.”Pungkasnya
(HD)





