PELATIHAN DESA WISATA ANGKATAN IV DIBUKA DI AGAM, DORONG PENGEMBANGAN POTENSI WISATA YANG BERKELANJUTAN

Agam – (SIN) – Kegiatan Pelatihan Desa Wisata Angkatan IV resmi dibuka di Kabupaten Agam, Provinsi Sumatera Barat, hari ini (20/7). Kegiatan yang berlangsung selama empat hari, 20 hingga 23 Juli 2026 ini diselenggarakan oleh Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal Republik Indonesia melalui Balai Pelatihan dan Pemberdayaan Masyarakat Desa Bengkulu.

Acara pembukaan dihadiri oleh sejumlah pejabat daerah dan narasumber utama, antara lain Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Nagari (DPMN) Kabupaten Agam Handri Asmi, S.STP., M.Sc., Perwakilan PAPM Bapak Reza, Camat Matur Efendi Idris, S.Sos., M.M., serta perwakilan narasumber dari Balai Pelatihan dan Pemberdayaan Masyarakat Desa Bengkulu Naomi Simanihuruk, S.T.P., M.P. beserta tim pendamping.

Diwakili dari 3 kecamatan dan 10 nagari yang telah di tetapkan sebagai nagari pariwisata yang tertuang dalam SK Bupati Agam no 84 th 2025

Dalam sambutannya, Kepala Dinas DPMN Handria Kabupaten Agam menyampaikan bahwa pelatihan ini menjadi langkah strategis untuk memperkuat kapasitas pengelola desa dan pelaku wisata lokal. sangat mendukung nya bapak handria ( DPMN) beliau menyampaikan kepada kepada peserta pelatihan untuk

Mengajukan anggaran pada musna nagari untuk angaran pariwisata nagari.untuk kebelansungan program pariwisata di nagari

Pelatihan ini mengusung tema “Membangun Desa Wisata yang Maju, Mandiri, dan Berkelanjutan”, dengan berlandaskan lima nilai utama: sinergitas, pelayanan, integritas, loyalitas, serta efektivitas pengelolaan. Yang tidak bertentangan dengan adat bersandi sarak sarak bersandi Kitabullah (ABS-SBK)

Selama kegiatan, peserta akan mendapatkan materi tentang perencanaan pengembangan desa wisata, manajemen kelembagaan, promosi wisata berbasis digital, hingga pemanfaatan potensi lokal secara bertanggung jawab.

Perwakilan Balai Pelatihan Desa Bengkulu Naomi Simanihuruk menambahkan, pelatihan Angkatan IV ini difokuskan pada peningkatan daya saing desa wisata yang ramah lingkungan dan berakar pada kearifan lokal. “Kami tidak hanya berbagi teori, tapi juga pendampingan praktis agar desa wisata di Agam siap bersaing dan mandiri secara ekonomi,” jelasnya.

Kegiatan ini diharapkan menjadi fondasi bagi lahirnya pengelolaan desa wisata yang lebih profesional, mampu mengangkat potensi budaya dan alam yang dimiliki Kabupaten Agam, serta menjadikan pariwisata sebagai penggerak utama ekonomi masyarakat desa.

Setelah dikonfirmasi oleh suara infestigasi.com.

📝 Harapan Kepala Dinas PMD Kabupaten Agam

Saya berharap Bapak dan Ibu benar-benar memanfaatkan peluang emas ini sebaik-baiknya. Narasumber yang hadir khusus dari Bengkulu ini membawa ilmu dan pengalaman yang sangat berharga, begitu pula waktu empat hari pelatihan ini. Jangan sia-siakan kesempatan yang tidak selalu datang dua kali ini.

Kita tahu sendiri, Kabupaten Agam memiliki kekayaan alam yang indah, serta budaya dan kearifan lokal yang sangat unik dan tidak dimiliki daerah lain. Potensi ini sudah ada di depan mata kita, tinggal kita yang bekerja sama untuk mengembangkannya.

Melalui pelatihan ini, mari kita satukan pemikiran, tujuan, dan cara pandang kita. Jadilah satu tim yang kompak. Jika ada hal yang belum dimengerti, atau ada masalah yang terganjal, jangan ragu untuk bertanya dan berdiskusi secara terbuka bersama narasumber maupun teman peserta lain.

Intinya, apa yang kita lakukan di sini harus bermuara pada tiga hal utama:

✅ Memperkuat ekonomi masyarakat desa

✅ Mengembangkan potensi pariwisata kita

✅ Meningkatkan kemampuan dan kesejahteraan seluruh warga

Semoga ilmu yang didapat nanti bisa langsung diterapkan, membawa kemajuan bagi desa kita, dan menjadikan sesuai dengan VINYA:

Agam madani yang maju adil dan sejahtera amiin

(*)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *