Karawang – Jawa Barat – (SIN) – Fenomena memprihatinkan terjadi di wilayah Kelurahan Karangpawitan, Kecamatan Karawang Barat, Kabupaten Karawang, Provinsi Jawa Barat, akibat tumpukan sampah dan limbah yang menutupi aliran sungai setempat.
Kondisi tersebut menimbulkan bau menyengat serta keresahan warga, terutama para petani yang hanya mengandalkan sungai sebagai sumber irigasi.
Aliran sungai di wilayah itu tercemar oleh sampah rumah tangga dan limbah industri rumahan, termasuk dari sejumlah pabrik tahu yang berdiri di bantaran sungai. Diduga, pabrik-pabrik tersebut rutin membuang limbah produksinya ke sungai, sehingga mengganggu ekosistem dan merusak fungsi sungai.
Para petani lokal menjadi pihak yang paling merasakan dampaknya. Salah satu tokoh masyarakat, Tarmidi, mengungkapkan keresahannya. Menurutnya, warga telah berupaya membersihkan sungai secara swadaya, tetapi terkendala oleh peralatan yang terbatas.
“Kami hanya menggunakan bambu saat kerja bakti. Melihat kondisinya, ini seharusnya menggunakan alat berat,” ujar Tarmidi kepada media SIN Senin (7/7–2025).
Pencemaran terjadi di wilayah perbatasan antara Kecamatan Karawang Barat dan Rawamerta, yang dikenal sebagai daerah pertanian aktif di Karawang.
Menurut Tarmidi, keluhan warga mencuat dalam beberapa hari terakhir seiring memburuknya kualitas air sungai yang dipenuhi limbah dan sampah.
Selain mencemari lingkungan, kondisi ini mengancam keberlangsungan pertanian lokal karena air sungai sudah tidak layak digunakan.
“Kalau keadaannya seperti ini, bagaimana kami bisa bertani? airnya saja penuh limbah dan bau. Kami sangat membutuhkan air bersih untuk sawah,” tegas Tarmidi.
Warga mendesak Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Karawang untuk segera turun tangan. Mereka juga meminta pengawasan lebih ketat terhadap pabrik-pabrik yang membuang limbah ke sungai.
Kabiro(SIN)Karawang–Jabar
— T.S —





