Kepulauan Tanimbar – (SIN) – Upaya Pemerintah Desa (Pemdes) Amdasa,Kecamatan Wertamrian Kepulauan Tanimbar dalam mengatasi persoalan distribusi air bersih mulai menunjukkan hasil. Melalui penerapan sistem distribusi bergiliran, pasokan air yang sebelumnya menjadi keluhan masyarakat kini berangsur membaik dan dapat dinikmati oleh warga secara lebih merata.
Meski belum sepenuhnya normal, sistem giliran yang diterapkan dinilai cukup efektif untuk meredam krisis air yang sempat dirasakan masyarakat.
Warga Amdasa ‘Moses Angwarmase’ dan ‘Sebastiana Laiyan’ kepada wartawan media ini,Jumat (5/6/2026) mengaku kondisi saat ini jauh lebih baik dibandingkan sebelumnya ketika aliran air sering tidak menentu dan sulit diakses oleh sebagian pelanggan.
Sekretaris Desa Amdasa ‘Albertus Masriat’ yang ditemui terpisah menyampaikan bahwa kebijakan pembagian air secara bergiliran dilakukan sebagai langkah sementara agar seluruh wilayah Rt yang ada di Amdasa dapat memperoleh akses air bersih secara adil. Dengan keterbatasan kapasitas yang ada, sistem tersebut menjadi solusi yang paling memungkinkan untuk menjamin distribusi tetap berjalan.
“Puji Tuhan, saat ini distribusi air sudah lebih lancar. Memang masih menggunakan sistem giliran, tetapi masyarakat sudah bisa mendapatkan air sesuai jadwal yang ditentukan. Ini merupakan langkah sementara sambil kami terus mencari solusi yang lebih permanen,” ujarnya.
Menurutnya, pemerintah desa tidak ingin berhenti pada kondisi yang ada saat ini. Berbagai upaya terus dilakukan untuk meningkatkan kapasitas dan kualitas layanan air bersih bagi masyarakat. Salah satu langkah yang sedang diupayakan adalah peningkatan sarana dan prasarana pendukung seperti pengadaan pipa sambungan rumah tangga untuk pembuatan hidran di masing masing RT.
Pemerintah desa sudah anggarkan pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDesa)tahun anggaran 2026,dengan maksud agar distribusi air dapat berlangsung lebih optimal.
Selain itu, pemerintah desa Amdasa juga terus berkoordinasi dengan berbagai pihak terkait seperti pihak Dinas Pekerjaan Umum KKT dan Balai Sungai Propinsi Maluku, guna mencari dukungan untuk pengembangan sistem penyediaan air bersih yang lebih memadai di masa mendatang.
Perbaikan distribusi air tersebut mendapat sambutan positif dari masyarakat. Warga berharap upaya yang dilakukan pemerintah desa dapat terus berlanjut sehingga kebutuhan air bersih dapat terpenuhi secara maksimal tanpa harus bergantung pada sistem giliran.
“Kondisinya sekarang sudah jauh lebih baik. Kami berharap ke depan ada peningkatan lagi sehingga air bisa mengalir lebih lancar dan tersedia setiap saat,” ungkap ibu ‘Sebastiana Laiyan’.
Dengan membaiknya distribusi air bersih saat ini, pemerintah desa Amdasa optimistis pelayanan kepada masyarakat akan terus meningkat. Pemerintah desa pun menegaskan komitmennya untuk menghadirkan solusi jangka panjang agar persoalan air bersih dapat diselesaikan secara permanen dan berkelanjutan.
(dp)





