SMK Negeri 2 Ponorogo Gandeng Industri Nasional, Kurikulum Disesuaikan Kebutuhan Dunia Kerja

Ponorogo – (SIN) – SMK Negeri 2 Ponorogo kembali mempertegas komitmennya mencetak lulusan siap kerja. Sekolah vokasi tersebut menggandeng sejumlah perusahaan nasional dalam kegiatan Sinkronisasi Kurikulum bersama Dunia Usaha, Dunia Industri, dan Dunia Kerja (DUDI) yang digelar di aula sekolah, Selasa (4/8).

Langkah itu dilakukan untuk memastikan materi pembelajaran benar-benar selaras dengan kebutuhan industri. Dengan begitu, lulusan tidak hanya menguasai teori, tetapi juga memiliki kompetensi yang relevan dengan perkembangan teknologi dan tuntutan pasar kerja.

Kepala SMK Negeri 2 Ponorogo, Suryanto, M.Pd., mengatakan sinkronisasi kurikulum merupakan bagian dari transformasi pendidikan vokasi agar konsep link and match tidak berhenti sebagai slogan.

“SMK tidak bisa berjalan sendiri. Kurikulum harus terus berkembang mengikuti teknologi dan kebutuhan industri. Karena itu kami membuka ruang kolaborasi seluas-luasnya agar lulusan benar-benar siap bekerja sejak hari pertama memasuki dunia industri,” ujarnya.

Kegiatan dibuka dengan paparan Koordinator Pengawas SMK Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Ponorogo, Sumarwan, S.T., M.MT. Dia menekankan pentingnya kemitraan sekolah dan industri untuk membangun ekosistem pendidikan vokasi yang adaptif terhadap perkembangan teknologi, digitalisasi, dan perubahan pasar kerja.

Menurutnya, sinkronisasi kurikulum menjadi strategi penting dalam mewujudkan keterpaduan antara pembelajaran di sekolah dengan standar kompetensi yang diterapkan di dunia usaha dan dunia industri.

Kegiatan sinkronisasi selanjutnya dipimpin Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum, Nur Cahyono, S.Kom. Bersama para praktisi industri, guru produktif membahas capaian pembelajaran, kompetensi teknis, penguatan soft skills, perkembangan teknologi, hingga kebutuhan tenaga kerja pada masa mendatang.

Sejumlah perusahaan dari berbagai sektor hadir sebagai mitra penyelarasan kurikulum. Pada Konsentrasi Keahlian Usaha Layanan Wisata, sekolah bekerja sama dengan PT Aleta Shafa Wisata dan Kalila Premier Tour & Travel. Bidang Perhotelan menggandeng Waringin Group Surabaya serta Solo Paragon untuk menyelaraskan standar pelayanan dan budaya kerja industri perhotelan.

Di bidang Teknik Komputer dan Jaringan, kerja sama dilakukan bersama Jinom guna mengintegrasikan perkembangan teknologi jaringan, infrastruktur digital, serta kebutuhan kompetensi sektor telekomunikasi.

Sementara itu, bidang Kuliner menggandeng Verwood Hotel dan Food & Beverage Advisor Surabaya agar pembelajaran mengacu pada standar dapur profesional dan industri hospitality modern.

Untuk Konsentrasi Keahlian Desain dan Produksi Busana, SMK Negeri 2 Ponorogo berkolaborasi dengan Hasby Garment, CV Kencana Print, dan Solo Kawistara Garmindo. Sedangkan Konsentrasi Keahlian Tata Kecantikan Kulit dan Rambut bermitra dengan PT Victoria Care Indonesia (Nuface) guna memperkuat kompetensi di bidang kosmetik dan kecantikan sesuai perkembangan industri.

Nur Cahyono menjelaskan, hasil sinkronisasi akan menjadi dasar penyempurnaan kurikulum, perangkat pembelajaran, Teaching Factory (TEFA), Praktik Kerja Lapangan (PKL), hingga pelaksanaan uji kompetensi yang mengacu pada standar industri.

“Harapan kami bukan sekadar meluluskan siswa, tetapi menghasilkan talenta vokasi yang kompeten, berkarakter, adaptif terhadap perkembangan teknologi, dan mampu bersaing di dunia kerja maupun berwirausaha,” katanya.

Melalui kolaborasi yang terus diperkuat dengan berbagai mitra industri, SMK Negeri 2 Ponorogo berupaya menjaga kualitas pendidikan vokasi agar tetap relevan dengan kebutuhan dunia kerja. Sinergi tersebut sekaligus menjadi langkah nyata dalam mencetak lulusan yang memiliki daya saing tinggi di tingkat nasional.

TIM Humas

SMK Negeri 2 Ponorogo

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *