Kepulauan Tanimbar – (SIN) – Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) bersama Dinas Perikanan Kabupaten Kepulauan Tanimbar memperkuat kapasitas pembudidaya rumput laut untuk meningkatkan produktivitas dan menjaga keberlanjutan usaha budidaya.
Kegiatan Diseminasi dan Penguatan Kapasitas Pengguna Riset dan Inovasi tersebut dilaksanakan pada,Selasa (11/8/2026) bersama masyarakat pembudidaya di empat desa, yakni Desa Lamdesar Timur, Lamdesar Barat, Kelaan, dan Keliobar, Kecamatan Tanimbar Utara.
Kegiatan menjadi ruang dialog antara peneliti BRIN, pemerintah daerah, pemerintah desa, dan pembudidaya untuk membahas persoalan yang dihadapi dalam pengembangan komoditas rumput laut.
Salah satu persoalan utama yang disampaikan pembudidaya adalah penurunan produksi. Dalam beberapa tahun terakhir, produksi rumput laut disebut mengalami penurunan hingga sekitar 50 persen.
Penurunan tersebut dipengaruhi sejumlah faktor, antara lain ketersediaan bibit berkualitas, perubahan musim, suhu dan kondisi perairan, teknik pemeliharaan, pola tanam, hingga serangan penyakit.
Bibit Berkualitas Jadi Perhatian
Tim BRIN menjelaskan bahwa keberhasilan budidaya rumput laut tidak hanya ditentukan teknik pengikatan atau metode pemeliharaan. Proses tersebut harus dimulai sejak pemilihan lokasi, pemilihan bibit, penanaman, pemeliharaan, hingga panen dan penanganan pascapanen.
Kualitas bibit menjadi salah satu perhatian utama. Pembudidaya didorong menggunakan bibit dari tanaman yang sehat, memiliki pertumbuhan baik, tidak menunjukkan gejala penyakit, tidak mengalami kerusakan, serta mampu beradaptasi dengan kondisi perairan setempat.
Selain kualitas bibit, pola tanam juga perlu disesuaikan dengan kondisi musim. Perubahan suhu, arus, kondisi perairan, dan musim dapat memengaruhi pertumbuhan rumput laut sekaligus meningkatkan risiko kegagalan produksi.
Karena itu, BRIN mendorong penerapan pendekatan kalender musim dalam kegiatan budidaya. Waktu penanaman dan pengambilan bibit diharapkan dapat disesuaikan dengan kondisi lingkungan sehingga risiko kegagalan dapat ditekan.
Penguatan kapasitas ini diharapkan tidak berhenti pada penyampaian materi, tetapi dapat diterapkan langsung oleh pembudidaya di lapangan. Dengan dukungan riset, pemerintah daerah, pemerintah desa, dan masyarakat pembudidaya diharapkan mampu memperbaiki kualitas produksi sekaligus menjaga keberlanjutan budidaya rumput laut di Tanimbar.
Empat desa di Kecamatan Tanimbar Utara menjadi bagian dari upaya tersebut, mengingat rumput laut merupakan salah satu potensi ekonomi masyarakat pesisir yang perlu terus dikembangkan secara berbasis pengetahuan dan kondisi lingkungan setempat.
(DP)






