Kepulauan Tanimbar – (SIN) – Pemerintah Kabupaten Kepulauan Tanimbar mengevaluasi capaian Pendapatan Asli Daerah (PAD) 2026. Evaluasi digelar untuk memastikan target penerimaan daerah dapat dioptimalkan hingga akhir tahun.
Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Kepulauan Tanimbar menggelar Rapat Evaluasi Pendapatan Daerah di Aula Rapat Resto 3 Koki, Kampung Kuliner Saumlaki, Kamis, (20/8/2026).
Rapat dipimpin langsung Sekretaris Daerah Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Brampi Moriolkossu, SH. Ia didampingi Staf Ahli Bupati Bidang Hukum, Politik dan Pemerintahan, Benjamin B. Samangun, SH., MH., yang bertindak sebagai moderator.
Turut hadir Kepala Bapenda KKT Elisabeth I. Werembinan, SE., MT., Asisten Pemerintahan Christianus Fatlolon, SS., MM., serta seluruh pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) pengampu PAD di lingkungan Pemerintah Kabupaten Kepulauan Tanimbar.
Evaluasi difokuskan pada dua hal. Pertama, meninjau realisasi target PAD masing-masing OPD. Kedua, mengidentifikasi kendala yang menghambat penerimaan sekaligus merumuskan langkah konkret untuk meningkatkan pendapatan daerah.
Sekda Brampi menekankan pentingnya sinergi lintas sektor dalam mengejar target PAD. Menurut dia, OPD pengampu PAD tidak cukup hanya menjalankan rutinitas administrasi, tetapi harus aktif menggali potensi pendapatan yang selama ini belum dikelola secara maksimal.
“Setiap OPD harus mampu melihat potensi yang ada dan melakukan inovasi untuk meningkatkan penerimaan daerah,” ujar Brampi dalam arahannya.
Evaluasi tersebut sekaligus menjadi ruang untuk memetakan persoalan di lapangan. Pemerintah daerah ingin setiap kendala yang mempengaruhi penerimaan PAD segera ditindaklanjuti dengan solusi yang terukur.
Pemkab Kepulauan Tanimbar menempatkan peningkatan PAD sebagai bagian dari upaya memperkuat kemandirian fiskal daerah. Optimalisasi pendapatan dinilai penting agar pemerintah memiliki ruang fiskal yang lebih kuat dalam membiayai pembangunan dan pelayanan publik.
Dengan evaluasi lintas OPD tersebut, pemerintah daerah berharap potensi PAD di Bumi Duan Lolat tidak berhenti sebagai target di atas kertas, tetapi benar-benar dapat direalisasikan secara optimal hingga akhir 2026.
(DP)






