Solok – (SIN) – Kelalaian nyata Pemerintah Kabupaten Solok kembali dipertontonkan di hadapan publik. Meski telah menerima permohonan resmi masyarakat tertanggal 2 Desember 2025, hingga kini pemerintah tetap diam dan membiarkan ratusan hektare sawah di Jorong Pinang Sinawa, Nagari Gantung Ciri, Kecamatan Kubung terancam gagal panen akibat saluran irigasi yang tertutup material longsor sejak 24 November 2025.
Investigasi di lapangan menunjukkan, hampir sebulan penuh saluran irigasi vital tersebut tidak tersentuh penanganan apa pun. Tidak ada alat berat. Tidak ada petugas. Tidak ada upaya darurat. Yang ada hanya sawah mengering dan petani menunggu dalam ketidakpastian.
Surat Masuk, Tindakan Nihil
Fakta paling mencolok adalah surat permohonan warga telah masuk secara resmi ke pemerintah daerah. Artinya, alasan “tidak tahu” atau “belum mendapat laporan” gugur dengan sendirinya. Namun ironisnya, tidak satu pun langkah konkret diambil untuk menyelamatkan lahan pertanian masyarakat.
Kalau ini dibiarkan, jelas kami gagal panen. Pemerintah tahu, tapi tidak bertindak,” ungkap seorang petani dengan nada kecewa.

Negara Absen di Sawah Petani
Situasi ini memperlihatkan absennya negara di tengah krisis yang nyata. Ketika irigasi rusak, sawah kering, dan ancaman gagal panen di depan mata, pemerintah justru memilih pasif. Padahal, persoalan ini menyangkut hajat hidup orang banyak dan ketahanan pangan daerah.
Material longsor yang menutup saluran irigasi masih utuh di lokasi. Berdasarkan pantauan, penanganan seharusnya dapat dilakukan dalam waktu singkat jika pemerintah benar-benar hadir dan serius.
Petani Menanggung Dampak Kelalaian
Akibat pembiaran ini, petani berada di ujung tanduk. Biaya tanam telah dikeluarkan, tenaga telah dicurahkan, namun hasil panen terancam lenyap. Jika gagal panen terjadi, siapa yang akan bertanggung jawab?
Hingga berita ini diturunkan, tidak ada penjelasan resmi dari dinas terkait. Sikap bungkam ini semakin memperkuat dugaan bahwa persoalan petani bukan prioritas.
Desakan Keras kepada Bupati Solok
Melalui media ini, masyarakat mendesak keras Bupati Solok, Jon Pandu, untuk segera menghentikan sikap pembiaran dan memerintahkan jajarannya turun ke lapangan tanpa alasan dan tanpa penundaan.
Kegagalan bertindak hari ini akan menjadi catatan kelam pemerintahan daerah, karena membiarkan petani menjadi korban kelalaian birokrasi.
Ketika pemerintah menutup mata, sawah mengering.
Ketika pejabat memilih diam, petani dipaksa menanggung akibatnya.
(Tim)







Backbiome is an advanced daily wellness supplement formulated to help support spinal comfort, reduce feelings of built-up tension, and promote freer, smoother movement throughout backbiome everyday life.