Karawang – Jawa Barat – (SIN) – Sejumlah warga Karawang mengungkapkan keraguan mereka terhadap efektivitas operasi Saber Pungli dalam memberantas percaloan tenaga kerja. Menurut mereka, sejak dibentuk hingga saat ini, belum ada hasil nyata yang memuaskan dari unit tersebut.
Salah satu warga Dadan Suhendarsyah, yang merupakan orang tua dari Naker, menyatakan kekecewaannya.
“Jujur saya masih meragukan realisasi dan keseriusannya dari semenjak dibentuk sampai detik ini, saya belum melihat hasil kerja yang menggembirakan dari Saber Pungli Polres Karawang,” ujar Dadan kepada media SIN, Sabtu
27/4 — 2024) .
Ia menambahkan bahwa sebagian besar tindakan yang dilakukan cenderung normatif dan kurang proaktif. Publik diimbau untuk terus mengawasi dan menagih janji Saber Pungli.
“Saya kira publik cukup mengerti, kejahatan itu tidaklah mungkin hilang dari muka bumi namun setidaknya kehadiran Saber Pungli bisa mengurangi kasus-kasus yang merugikan rakyat banyak,” tambah Dadan.
Disebutkan juga bahwa kasus percaloan tenaga kerja bukanlah fenomena baru di Karawang dan sudah menjadi sumber kekesalan yang sering dikeluhkan melalui media sosial.
Warga berharap Saber Pungli polres Karawang lebih peka dan proaktif dalam menjemput bola, bukan hanya menunggu laporan datang.
“Sebenarnya bisa dibilang Tim Saber pungli ini terlambat, tapi tak apalah lebih baik terlambat daripada tidak sama sekali dan akan sangat menyakitkan hati publik jika statement tersebut ternyata nanti hanya sekedar retorika,” jelas Dadan dengan nada pesimis.
Saran yang diberikan kepada Saber Pungli adalah mengaktifkan unit intelijen untuk mengumpulkan data dan fakta di lapangan, khususnya di Dinas Tenaga Kerja, serta melakukan investigasi terhadap individu yang sering disebut-sebut sebagai calo.
Percaloan Naker bukan lagi di status Siaga atau Waspada. Tetapi sudah level Bahaya sehingga wajib ditangani dengan cara yang luar biasa, tidak bisa dengan cara biasa biasa saja,Tegas Dadan.
Kabiro (SIN) Karawang-Jabar
— TOTO.SURYANTO —





