Kepulauan Tanimbar – (SIN) – Upaya menekan penyebaran Demam Berdarah Dengue (DBD) dan malaria di Kabupaten Kepulauan Tanimbar terus diperkuat melalui kolaborasi lintas sektor. INPEX Masela Ltd. bekerja sama dengan PT Medika Prakarsa Indonesia (MEDSA) menggelar Seminar Umum Program Pengendalian DBD dan Malaria bertajuk “Sinergi Membangun Fondasi Kesehatan untuk Pembangunan yang Berkelanjutan” di Aula Galaxi Saumlaki, Selasa (28/7/2026).
Acara strategis ini dibuka secara resmi oleh Wakil Bupati Kepulauan Tanimbar, dr. Juliana Ch. Ratuanak, MKM, yang ditandai dengan pemukulan tifa sebagai simbol semangat kebersamaan dan komitmen seluruh pemangku kepentingan dalam memerangi dua penyakit tropis yang masih menjadi tantangan kesehatan di wilayah tersebut.
Seminar ini dihadiri sejumlah tokoh penting, di antaranya Dian Fiana Ratna Dewi, Manager Social Performance and Land Acquisition INPEX Masela Ltd. yang mengikuti kegiatan secara daring dari Jakarta, dr. Agus Salim selaku Professional Health INPEX Masela Ltd., Agung Ardyanto, SKM., MPH., Kepala Balai Kekarantinaan Kesehatan Kelas I Ambon, serta pakar kesehatan masyarakat Indonesia, . Hadir pula Hanny G.G. Tanamal selaku Specialist External Relation INPEX Masela Ltd., Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Maluku, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kepulauan Tanimbar beserta jajaran Pemerintah Kabupaten Kepulauan Tanimbar.
Rangkaian kegiatan diawali dengan sambutan daring dari Dian Fiana Ratna Dewi yang menegaskan pentingnya kolaborasi antara perusahaan, pemerintah, dan masyarakat dalam menciptakan lingkungan yang sehat. Sambutan kemudian dilanjutkan oleh dr. Agus Salim dan Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Maluku sebelum Wakil Bupati secara resmi membuka seminar.
Sebagai bentuk apresiasi terhadap sinergi yang telah terbangun selama pelaksanaan program kesehatan, INPEX Masela Ltd. menyerahkan plakat dan sertifikat penghargaan kepada Wakil Bupati Kepulauan Tanimbar, Kepala Dinas Kesehatan dan P2KB Kabupaten Kepulauan Tanimbar, serta Kepala Puskesmas Saumlaki.
Sementara itu, PT Medika Prakarsa Indonesia (MEDSA) selaku mitra pelaksana menegaskan komitmennya untuk terus mendampingi pelaksanaan program pengendalian DBD dan malaria secara konsisten, khususnya di wilayah-wilayah terdampak Proyek Abadi Masela.
Kegiatan seminar juga melibatkan berbagai unsur masyarakat dan tenaga kesehatan, mulai dari kader PKK, kader kesehatan malaria, kepala Pustu, bidan Polindes dari tiga wilayah terdampak di Kecamatan Tanimbar Selatan, Camat Tanimbar Selatan, Balai Kekarantinaan Kesehatan Wilker Ambon Cabang Saumlaki, para kepala desa di tiga wilayah terdampak, hingga subkontraktor INPEX Masela Ltd.
Melalui forum ini, seluruh peserta diharapkan memiliki pemahaman yang sama mengenai strategi pencegahan, deteksi dini, dan pengendalian DBD maupun malaria sehingga mampu memperkuat koordinasi lintas sektor dalam menjaga kesehatan masyarakat.
Seminar tersebut menjadi bukti bahwa keberhasilan pembangunan tidak hanya diukur dari kemajuan investasi dan infrastruktur, tetapi juga dari kualitas kesehatan masyarakat yang menopangnya.
Sejalan dengan tema kegiatan, seluruh pihak berkomitmen bahwa kesehatan yang kuaSejalan dengan tema kegiatan, seluruh pihak berkomitmen bahwa kesehatan yang kuat merupakan fondasi utama bagi pembangunan yang berkelanjutan di Bumi Duan Lolot.
(TIM)






