Walinagari Terpilih Resmi Dilantik, Masyarakat Ingatkan Sumpah Jabatan Bukan Sekadar Seremoni

Solok – (SIN) – 23 Walinagari terpilih di Kabupaten Solok resmi dilantik dan diambil sumpah jabatannya oleh Bupati Solok, Jon Firman Pandu, pada Rabu (4/11/2026). Prosesi pelantikan berlangsung di Aula Gedung Serbaguna GOR Batu Batupang, Koto Baru.

Pelantikan tersebut menjadi awal bagi para wali nagari terpilih untuk menjalankan roda pemerintahan nagari sekaligus mengemban amanah masyarakat yang telah memberikan kepercayaan melalui proses pemilihan.

Di balik prosesi pelantikan, masyarakat menitipkan harapan besar agar para wali nagari benar-benar merealisasikan visi dan misi yang telah disampaikan kepada masyarakat selama masa kampanye.

Masyarakat juga mengingatkan bahwa sumpah jabatan yang diikrarkan di bawah kitab suci bukan sekadar formalitas atau rangkaian seremoni pelantikan. Sumpah tersebut harus menjadi pedoman moral, tanggung jawab, serta landasan dalam setiap kebijakan dan keputusan yang diambil selama menjabat.

Jangan sampai sumpah jabatan yang diucapkan dengan penuh khidmat justru dilupakan setelah menduduki kursi kekuasaan. Kitab suci yang dijunjung saat pengambilan sumpah bukan sekadar simbol atau tumpukan lembaran kertas, melainkan pengingat bahwa jabatan memiliki tanggung jawab besar, tidak hanya kepada masyarakat, tetapi juga kepada Tuhan Yang Maha Esa.

Masyarakat berharap para wali nagari terpilih mampu menjalankan pemerintahan secara jujur, transparan, adil, dan mengutamakan kepentingan masyarakat di atas kepentingan pribadi maupun kelompok.

Selain itu, momentum pelantikan ini diharapkan menjadi awal perubahan dalam tata kelola pemerintahan nagari di Kabupaten Solok, khususnya dalam memberantas praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN) yang dapat merugikan kepentingan masyarakat.

*Jabatan wali nagari adalah amanah, bukan kesempatan untuk memperkaya diri atau membangun kekuasaan.*

Keberhasilan seorang wali nagari bukan diukur dari seberapa tinggi kedudukannya, melainkan dari seberapa besar manfaat dan kesejahteraan yang mampu diwujudkannya bagi masyarakat.

Kini masyarakat menunggu pembuktian. Visi dan misi jangan hanya indah saat kampanye, sumpah jabatan jangan hanya terdengar lantang saat pelantikan, tetapi harus diwujudkan melalui kerja nyata selama masa pengabdian.

(LJ)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *